Anggota DPRD Jatim Dorong Kesenian Tradisional Warnai Pariwisata di Jatim

Anggota DPRD Jatim bersama pelaku kesenian jaranan di Jember, usai menampilkan performance di acara pelatihan SDM kesenian Jawa Timur, di halaman Gedung Serbaguna Kaliwates Jember, Rabu (6/12).

Jember, Bhirawa.
Minimnya perhatian pemerintah terhadap keberadaan sanggar seni tradisional yang ada di Jember, membuat anggota DPRD Jawa Timur prihatin.

Sehingga melalui anggaran Pokir (Pokok pikiran anggota DPRD Jatim) yang melekat di Dinas Pariwisata di Jawa Timur, menggelar Pelatihan SDM Kesenian Jawa Timur dan performance kesenian di Jember.

Sedikitnya ada 50 sanggar kesenian tradisional yang ad di Jember ikuti pelatihan dan performance yang di gelar di halaman Gedung Serbaguna Kaliwates Jember, Rabu (6/12). Selain pelatihan, mereka menampilkan performance mereka secara bergantian.

Anggota DPRD Jawa Timur Drs.H.Satib, MSi mengatakan sebagai wakil rakyat masyarakat Jember-Lumajang bertanggung jawab secara formal dan moral terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dari berbagai bidang, salah satunya bidang kesenian tradisional yang kurang mendapat perhatian secara maksimal dari pemerintah.

“Sebagai wakil rakyat, saya mencoba melihat anggaran Pokir yang ada di Dinas Pariwisata Provinsi di Jawa Timur. Dari anggaran itu, melalui Dinas Pariwisata Jatim sehingga di gelar pelatihan dan performance kesenian tradisional yang diikuti oleh 50 sanggar yang ada di Jember,” ujar H. Satib yang selama ini menjadi anggota Komisi D DPRD Jatim.

Para pegiat kesenian tradisional ini ujar Satib, diberi kesempatan untuk tampil secara kontinyu di tempat-tempat wisata yang ada di Jember agar kesenian tradisional yang ada dapat terjaga kelestariannya.

“Pemerintah melalui Dinas Pariwisata mendorong tempat-tempat wisata di Jember untuk memberikan ruang dan kesempatan bagi pelaku seni untuk tampil secara kontinyu. Di tempat pariwisata ini mereka bisa menunjukkan performancenya, sehingga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat agar kesenian tradisional di Jember lestari secara turun temurun,” harapnya pula.

Berbagai macam sanggar kesenian tradisional yang ikut pelatihan ini. Diantara, sanggar pecut, sanggar can macanan kaduk, jaranan, tak-butaan (buto-butoan) dan berbagai kesenian tradisional lainya. [efi.dre]

Tags: