Anggota DPRD Jombang Berharap Penyelenggaraan Haji Ke Depan Makin Prima

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang, Kartiyono.

Jombang, Bhirawa.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang, Kartiyono berharap ke depan penyelenggara haji bisa semakin prima, mengingat biaya ibadah haji juga mengalami kenaikan. Sehingga ke depan tidak ada lagi muncul keluhan-keluhan dari para jamaah haji.

Hal itu disampaikan Kartiyono menanggapi terkait keluhan jamaah haji tahun ini, terutama keluhan tentang makanan. “Karena kan apapun alasannya, biaya haji kan ada kenaikan juga. Harusnya pelayanan, fasilitas dan sebagainya harus lebih terjamin,” kata dia, Senin (03/07).

“Dengan biaya yang sudah diukur dengan kurs pembiayaan haji internasional, termasuk pembiayaan di Arab Saudi sebagai tujuan untuk menunaikan ibadah haji, jadi harusnya pelayanannya prima,” ujarnya.

Sambung dia, adanya keluhan terkait makanan merupakan hal yang remeh. Namun dia heran, mengapa hal itu tidak tertangani dengan baik.

“Kecuali hal-hal yang memang di luar batas kemampuan jangkauan daripada penyelenggara haji itu sendiri, kita mungkin bisa memaklumi. Tapi kalau hal-hal kecil seperti itu sebenarnya kan tidak perlu terjadi,” tandas Kartiyono.

Lebih lanjut Kartiyono menyampaikan, kejadian pada musim haji tahun ini harus menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara haji. “Jangan sampai lalu kemudian ini terulang dan terulang setiap kali musim haji,” tandasnya lagi.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum, Kepuhdoko, Tembelang, Jombang, KH Mustain Hasan menuturkan, pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sudah lumayan bagus.

“Saya menilai wajar saja jika masih ada kekurangan. Di mana saya melihat sendiri berita yang langsung dari tanah suci memberitakan hal tersebut, ya saya sangat memaklumi itu, bahwa tiap tahun pasti ada kekurangan. Kalau satu sisi diperbaiki, satu sisi lagi lemah, begitu seterusnya,” tutur KH Mustain Hasan.

Namun yang terpenting dalam hal ini kata dia, pemerintah wajib memberikan teguran kepada kontraktor/pihak jasa pemborong pelaksanaan ibadah haji yang ‘nakal’.

“Namun tentu saja tidak semua kontraktor itu jelek pelayananya. Ada yang bagus juga, namun saya pas lihat berita ada jemaah yang kebetulan membuka makan pas kondisi sudah mambu (basi), ada yang jamaah mengeluhkan makananya telat, dan tentu dampaknya bisa memicu kesehatan jemaah kalau makanan mereka basi,” papar dia.

KH Mustain Hasan berharap, ke depan pelayanan penyelenggaraan haji bisa lebih baik lagi. “Pelaksanaan kontrol dan evalusi, para jasa kontraktor rekanan yang sudah di tunjuk benar-benar di awasi dalam menjalankan tugasnya, jangan seenaknya sendiri. Dan yang sudah melakukan kesalahan kalau bisa diputus saja itu kontraknya, biar ada efek jera bagi yang lainnya,” tandasnya. [rif.dre]

Tags: