Anggota DPRD Kabupaten Malang Minta KPU Pikirkan Limbah APD Petugas KPPS

Ketua Komisi IV DPRD Kab Malang M Saiful Efendi. [cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa
Komisi IV DPRD Kabupaten Malang meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten setempat, agar memperhatikan limbah khusus Alat Pelindung Diri (APD) disetiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), saat pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara dari penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, M Saiful Efendi, Senin (7/12), kepada wartawan mengatakan, untuk meminimalisir penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), saat pelaksanaan pemungutan suara hingga perhitungan suara nanti, KPU Kabupaten Malang harus memperhatikan limbah APD di masing-masing TPS, pada 9 Desember 2020. “KPU harus menyiapkan tempat untuk limbah APD yang usai dipakai oleh Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), ” pintahnya.

Menurut dia, kemungkinan KPU Kabupaten Malang sebelumnya tidak berpikir bagaimana cara mengumpulkan limbah APD yang telah digunakan oleh penjaga KPPS di masing-masing TPS. Selain limbah APD Angoota KPPS, KPU juga harus menyiapkan tempat untuk membuang sarung tangan plastik dan masker yang sudah dipakai masyarakat untuk mencoblos. Dan jangan sampai APD, sarung tangan plastik dan masker yang sudah digunakan itu, menjadi alat penyebaran Covid-19.

Untuk itu, Saiful meminta kepada KPU Kabupaten Malang untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, hal itu agar permasalahan limbah APD, sarung tangan plastik dan masker yang sudah dipakai, dibuang dimana. “Kami sebagai anggota dewan mendorong KPU untuk melakukan pengadaan tempat limbah sampah APD usai pemungutan suara dan perhitungan suara di Pilkada Kabupaten Malang 2020,” ujar Saiful.

Secara terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Kabupaten Malang Renung Rubiyatadji mengatakan, dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 saat pelaksanaan pemungutan suara di Pilkada Kabupaten Malang 2020, pihaknya telah berinisipatif mengajukan pengadaan sarana mesin cuci untuk para petugas kebersihan lapangan, guna untuk pengamanan agar tidak tertular Covid-19.

“Karena tidak menutup kemungkinan, petugas kebersihan juga akan membantu dalam membersihkan TPS usai pelaksanaan pemunguatan suara hingga perhitungan suara di Pilbup Malang terutama di wilayah perkotaan,” ujarnya.

Sedangkan, kata renung, fungsi dari mesin cuci ini yaitu untuk membersihkan pakaian kerja para petugas lapangan. Sehingga para petugas kebersihan dari rumah memakai pakaian bersih biasa, ketika sampai kantor saat mau bertugas baru berganti pakaian tugas dilapangan. Dan setelah pulang juga begitu, sampai kantor langsung melepas pakaian kerjanya untuk di cuci di kantor dan pulangnya memakai pakaian bersih yang dipakai saat itu.

“Mesin cuci khusus mencuci pakaian kerja petugas kebersihan, hal ini untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, khsususnya pada klaster keluarga. Dan petugas lkebersihan ketika di lapangan mereka bercampur semua limbah. Jadi pakaian kerja mereka tidak perlu dibawa pulang,” tandas Renung. [cyn]

Tags: