Anggota DPRD Kabupaten Malang Siapkan Draf Perda New Normal Life

Ketua Komisi III DPRD Kab Malang, Darmadi

Kab Malang, Bhirawa
Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Malang yang akan berakhir pada 30 Mei 2020 mendatang. Maka hal ini membuat anggota DPRD kabupaten setempat mendesak eksekutif agar segera membuat Peraturan Daerah (Perda) terkait pelaksanaan transisi New Normal Life atau kehidupan normal baru usai diberlakukan PSBB, yakni untuk memutus rantai penyebaran wabah Corona Virus Disease (Covid-19).  

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang Darmadi, Kamis (28/5), kepada wartawan mengatakan, saat ini dirinya bersama rekan-rekan anggota dewan telah mempersiapkan draf untuk Perda pelaksanaan masa transisi New Normal Life, yang akan dijalankan pada 1 Juni 2020 mendatang. “Dan saat ini kami tengah menyiapkan draf tersebut, sehingga dalam waktu dekat Perda itu sudah bisa disahkan,” terang dia.

Menurutnya, dengan adanya Perda tersebut, diharapkan dapat menyelaraskan dengan keputusan Pemerintah Pusat untuk bisa berkompromi dengan Covid-19. Sedangkan Perda terkait transisi New Normal Life yakni untuk mempermudah Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat agar tidak menimbulkan kebingungan masyarakat Kabupaten Malang dalam pelaksanaan transisi New Normal Life. Sehingga untuk melaksanakan New Normal Life, maka diperlukan payung hukum.

“Meski dalam membuat Perda tersebut harus memerlukan proses, yaitu melalui tahapan-tahapan, namun Perda tersebut memang diperlukan. Sehingga untuk pelaksanaan New Normal Life, harus ada payung hukumnya,” tegas Darmadi.   

Sedangkan, kata dia, untuk kepentingan bersama, maka semua anggota DPRD sangat mendukung untuk percepatan penanganan Covid-19, dan untuk drafnya saat ini masih dalam proses pembahasan. Oleh karena itu, dirinya berjanji dalam waktu dekat ini Perda sudah bisa diimplementasikan ke seluruh instansi dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo juga menyampaikan, meski nantinya di Kabupaten Malang masuk pada masa transisi New Normal Life, seusai diberlakukan PSBB, namun masyarakat harus tetap mentaati protokol kesehatan, seperti menghindari berkerumun atau jaga jarak, karena rawan terjadinya penularan Covid-19, sesering mungkin membasuh tangan dengan sabun di air yang mengalir dan memakai masker.

Sebab, kata dia, transisi New Normal Life bukan berarti wabah Covid-19 selesai atau menghilang, tapi masyarakat harus tetap waspada terjadinya penularan virus yang bisa menyebabkan kematian. Karena jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Malang hingga saat ini terus bertambah, meski tengah diberlakukan PSBB. Sedangkan terus bertambahnya kasus positif Covid-19, hal ini bisa dilihat di laman Twitter @JatimPemprov, yang merupakan akun resmi milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timu. “Dan di Kabupaten Malang sendiri total kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 kini 72 orang,” terangnya.

Menurut Arbani, Peningkatan jumlah tersebut dikarenakan hasil Swab dan adanya warga pendatang dari luar daerah yang lolos masuk wilayah Kabupaten Malang. Untuk itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Dan untuk pendatang yang baru tiba yang berasal dari zona merah, segera untuk melapor ke perangkat desa setempat. [cyn]

Tags: