Anggota Koramil 0814/09 Kudu Bertani Hidroponik Ditengah Pandemi Covid-19

Anggota Koramil 0814/09 Kudu, Jombang mengaplikasikan bertani Hidroponik dengan media kaleng cat bekas untuk mengisi waktu luang di tengah Pandami Covid-19, Kamis (04/06). [arif yulianto/ bhirawa].

Jombang, Bhirawa
Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengisi luang waktu di tengah Pandemi Virus Corona (Covid-19). Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Anggota Koramil 0814/09 Kudu, Jombang, Kamis (04/06) yang melakukan bercocok tanam (bertani) dengan sistem Hidroponik.

Namun, saat ini masih banyak warga masyarakat yang belum mengetahui dengan jelas bagaimana menggunakan sistem Hidroponik dengan memanfaatkan kaleng bekas cat yang mengharuskan penanam mengasah kreatifitas denga menciptakan media baru yang lebih sederhana namun dapat meningkatkan kualitas dan hasil produksi tanaman pada lahan sempit.

“Tidak perlu menggunakan peralatan canggih. Dengan memanfaatkan barang bekas seperti kaleng bekas cat dapat dimanfaatkan. Instalasi yang paling banyak digunakan adalah menggunakan kaleng bekas maupun Pipa PVC yang sering kita ditemukan,” papar Danramil 0814/09, Kudu, Jombang Kapten Inf Ngatari mengapreasi amggotanya yang kraetif menerapkan bertani Hidroponik dengan media kaleng cat bekas.

Kapten Inf Ngatari mengungkapkan, bagi sebagian orang mungkin menganggap kaleng bekas maupun barang bekas lainnya bukan menjadi barang berguna, namun apabila kita bisa lebih kreatif, barang-barang bekas ini dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam hal, salah satunya untuk media tanam Hidroponik.

“Selain dapat dijadikan media tanam, pemanfaatan kaleng bekas juga dapat mengurangi sampah rumah tangga serta mampu menjadikan nilai ekonomis, sebab jika menggunakan barang bekas kita tidak perlu membeli bahannya karena dapat diperoleh secara gratis,” ungkap dia.

Penggunaan kaleng bekas cat ini menurutnya, menjadi lebih menghemat tempat, khususnya rumah yang memiliki tempat sempit namun tetap ingin menanam sayur maupun tanaman hijau. Sehingga, lokasi yang sempit pun bisa ditanami sayuran.

“Media tanam dari kaleng bekas akan dengan mudah di posisikan pada lokasi manapun. Misalnya saja pada lokasi perumahan yang bertingkat dan berlantai dapat ditaruh di lokasi depan. Tanaman Hidroponik bisa juga menghiasi dinding rumah dan tidak memerlukan lahan yang luas,” ungkap dia lagi.

Manfaat yang diperoleh dengan model Hidroponik seperti ini lanjut Kapten Ngatari, bersifat sederhana dan murah. Selain itu berhidroponik dengan menggunakan media kaleng bekas bisa mengurangi penumpukan limbah rumah tangga.

“Selain itu dapat mengajarkan masyarakat bercocok tanam dengan mudah tanpa memerlukan lahan yang luas. Sangat kreatif para anggota saya untuk mengisi luang, sehingga para anggota tidak bosan dalam menghadapi Pandemi Covid-19,” tandas Kapten Ngatari.(rif)

Tags: