Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2024

Hari Raya Idul Fitri 1445 H masih hitungan hari, namun tidak sedikit masyarakat sudah menyambut dengan gegap gempita dan riang gembira. Melihat animo dan antusias masyarakat yang besar dalam menyambut Lebaran Idul Fitri 2024 kali ini, maka seperti biasa pemerintah meski perlu memberikan pelayanan yang maksimal dalam menanggulangi kemancetan ditengah arus mudik. Oleh sebab itu, langkah antisipasi gangguan selama mudikpun harus sedini mungkin bisa dilakukan.

Terlebih, merujuk survey yang dilakukan pemerintah pada 5 April 2024, tercatat bahwa jumlah pemudik Lebaran 2024 diperkirakan mencapai 193,6 juta orang, jumlah ini 13,7% dari tahun lalu, yaitu 123,8 juta pemudik. Jumlah pemudik 2024 mencapai 71,7% dari total jumlah penduduk Indonesia, dan dari survey diketahui bahwa angkutan darat masih mendominasi pergerakan pemudik pada Lebaran 2024 nanti. Adapun moda transportasi Keretaapi merupakan moda angkutan darat terfavorit pemudik pada Lebaran kali ini (39,32 juta orang), disusul moda bus (37,51 juta orang), dan kendaraan pribadi (35,42 juta orang), serta sepeda motor (31,12 juta orang) yang merupakan angkutan jalan,(Kompas, 26/3/2024).

Melalui data tersebut, minimal bisa digunakan oleh semua pemangku kepentingan dalam mewujudkan kelancaran mudik. Dan, pemerintahpun bisa melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait agar bisa mengidentifikasi masalah berdasarkan evaluasi tahun lalu. Selain itu, melalui data yang ada, pemerintah bisa dengan cepat menggelar sosialisasi dan edukasi sejak jauh hari terkait mudik tahun ini. Sekaligus, juga bisa mempersiapkan pengoperasian sarana dan prasarana Angkutan Lebaran.

Upaya-upaya tersebut, idealnya bisa mengantisipasi dan menguarai kepadatan pemudik. Sehingga, sudah semestinya pemerintah melalui Kementerian PUPR bisa konsisten melakukan pengaturan lalu lintas yang secara resmi sudah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2024/1445 H pada 5 Maret 2024. Dan, upaya tersebut, penting terperhatikan oleh semua pemangku kepentingan, baik ditingkat pusat dan daerah guna mewujudkan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang beraktivitas dimasa libur Lebaran.

Berlinda Galuh P. W
Dosen PPKn Univ. Muhammadiyah Malang.

Rate this article!
Tags: