Antisipasi Dampak Lalu Lintas, Pemkot Madiun Gelar FGD Bersama Ahli

Wali Kota Madiun, Maidi saat memimpin FGD Pemaparan Laporan Akhir Kajian Rencana Induk Jaringan LLAJ dan Studi Kinerja Luas Jalan bersama Politeknik Transportasi Darat Bekasi di Ruang 13 Balai Kota Madiun, Senin (6/12). [sudarno/bhirawa]

Kota Madiun, Bhirawa
Upaya pembangunan di Kota Madiun bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya, melalui sektor pariwisata. Untuk itu, berbagai tempat menarik dihadirkan agar menarik wisatawan dari luar daerah.

Kondisi kota yang semakin ramai tentunya akan berdampak terhadap lalu lintas di Kota Madiun. Karenanya, kajian terhadap lalu lintas, angkutan, jalan, dan jembatan (LLAJ) penting dilakukan.

“Dengan pembangunan yang terus berjalan, Kota Madiun akan semakin ramai. Orang-orang dari daerah sekitar akan memenuhi Kota Madiun untuk berwisata. Untuk itu, masalah kemacetan harus segera dipikirkan,”kata Wali Kota Madiun Maidi saat memimpin FGD Pemaparan Laporan Akhir Kajian Rencana Induk Jaringan LLAJ dan Studi Kinerja Luas Jalan bersama Politeknik Transportasi Darat Bekasi di Ruang 13 Balai Kota Madiun, Senin (6/12).

Dalam FGD tersebut, Pemkot Madiun juga berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur. Dalam hal ini Dinas Perhubungan Provinsi Jatim. Sehingga, kajian LLAJ yang dihasilkan bisa sesuai dengan pembangunan yang menjadi kebijakan Pemprov Jatim.

Saat ini, sejumlah upaya telah dilakukan oleh Pemkot Madiun untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas. Salah satunya, dengan membangun kantong-kantong parkir. Khususnya, di pusat-pusat keramaian. Seperti di Jalan Jawa yang mampu menampung parkir bagi pengunjung Pahlawan Street Center. Juga, berfungsi sebagai transit bagi pengantar anak sekolah di area tersebut.

“Saya harap melalui kajian ini bisa dihasilkan penataan LLAJ yang terbaik. Sehingga, memberikan dampak positif bagi kemajuan Kota Madiun,”tegas Wali Kota berharap. [dar]

Tags: