Antisipasi Klaster Sekolah Saat PTM

Setelah kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan secara terbatas sejak awal September 2021 dengan meninjau penambahan kasus harian mengalami penurunan, tiba-tiba harus dikejutkan dengan adanya sejumlah sekolah di Tanah Air yang justru menjadi klaster penularan Covid-19. Munculnya klaster penularan itupun, kini sontak mendapatkan perhatian dari sejumlah pihak, terutama terkait dengan pentingnya penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) per 23 September, sekitar 2,77 persen dari total sekolah yang melaksanakan PTM menjadi klaster penularan Covid-19. Jumlah klaster Covid-19 paling banyak ada di Sekolah Dasar (SD) sebanyak 581 sekolah, lalu di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 525 sekolah, dan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 241 sekolah. Sementara di Sekolah Menengah Atas (SMA) ada 170 sekolah, di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ada 70 sekolah, dan di Sekolah Luar Biasa (SLB) ada sebanyak 13 sekolah, (Kompas, 25/9/2021).

Dari sisi persentase data tersebut, terbilang kecil. Namun hal tersebut juga perlu mendapatkan perhatian. Terutama, dalam rangka melakukan antisipasi penyebaran Covid-19 kalster sekolah akibat PTM terbatas. Pelaksanaan PTM terbatas idealnya perlu mendapat pengawalan terus. Salah satunya, perlu dilaksanaknnya kegiatan testing Covid-19 secara rutin. Termasuk pentingnya pengawasan dan penerapan prokes sejak dari rumah hingga sekolah dan jika terdapat kasus positif maka 3T harus dilakukan.

Selain itu, untuk meminimalisir kluster-kluster Covid-19 di sekolah, maka penyelenggaraan PTM haruslah tetap mengacu kepada SKB 4 menteri dan perlu terus meningkatkan evaluasi rutin. Salah satu hasil evaluasi adalah pentingnya semua pihak untuk berdisiplin protokol kesehatan. Untuk itu, pemerintah pusat bersama daerah, serta pemangku kepentingan terkait perlu terus menerus melakukan sosialisasi protokol kesehatan ke sekolah dan orang tua. Semua upaya tersebut, merupakan bentuk konkret dari langkah antisipasi terjadinya klaster sekolah saat PTM. Dan saatnya, semua pihak bisa mengindahkan dan mematuhinya agar PTM bisa aman terus.

Asri Kusuma Dewanti
Dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Malang

Rate this article!
Tags: