Antisipasi Pandemi Covid-19 Jelang Ramadan, Satgas Pemkab Bondowoso Gelar Rakor

Suasana rapat koordinasi satuan gugus tugas Covid-19 Bondowoso di Baratha Cafe. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Guna merencanakan pengendalian Covid-19 menjelang bulan suci ramadhan dan hari raya idul fitri 1442 Hijriah. Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Bondowoso menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) diselenggarakan di Bharata Caffe, Kamis malam (2/4), dengan diikuti oleh seluruh perwakilan Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso.

Hadir dalam Rakor, Wakil Bupati H Irwan Bachtiar Rahmat, Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz, Plt. Kalaksa BPBD, Adi Sunaryadi, Kepala Dinkes dr. Moh Imron dan beberapa Kepal OPD terkait.

Adapun yang menjadi fokus utama dalam rakor adalah rencana revisi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 107 Tahun 2020 Tentang Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona di Wilayah Kabupaten Bondowoso.

Wakil Bupati Bondowoso H. Irwan Bachtiar Rahmat, S.E, M.Si melalui Plt. Kalaksa BPBD, Adi Sunaryadi, mengatakan, bahwa Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 107 Tahun 2020 harus direvisi untuk lebih melonggarkan berbagai macam kegiatan masyarakat agar pemulihan ekonomi jelang ramadhan dan hari raya berjalan maksimal.

Kata dia, langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan status penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bondowoso menjadi rendah. Tercatat, mayoritas Kecamatan sudah kategori zona hijau, hanya tinggal empat Kecamatan yang masih berstatus zona kuning.

“Rencana revisi Perbup 107 2020. Menanggapi aspirasi masyarakat agar ekonomi ada pemulihan sehingga kita longgarkan,” kata Adi Sunaryadi.

Menurutnya, ada beberapa pasal penting yang harus segera direvisi. Diantaranya seperti kegiatan eksebisi (pameran, peragaan), olahraga, seni budaya, termasuk penataan dan aturan bagi Pedagang kaki lima (PKL) dadakan yang pasti muncul saat ramadhan.

Selain itu lanjut Adi, bahwa aturan menerima tamu 50 perseb dari kapasitas lokasi pada acara resepsi pernikahan juga akan dilonggarakan menjadi 75 persen.

“Ada beberapa pasal yang harus direvisi. Misal pernikahan menjadi 75 persen, misal olahraga pertandingannga oke, tapi penontonnya harus online, sehingga kegiatan tetap berjalan,” jelasnya.

Dijelaskannya, sebagai tidak lanjut dari Rakor yang dilakukan, dalam minggu ini Satgas Covid-19 akan membuat kajian revisi Perbup. Sehingga minggu depan revisi tersebut bisa rampung.

“Kita kan kumpulkan Satgas dan bagian hukum untuk perubahan Perbup Nomor 107 Tahun 2020 ini. Sebelum ramadhan diharapkan sudah tuntas,” tandasnya. [san]

Tags: