Antisipasi Penularan Covid-19, RSUD Hentikan Rujukan Pasien Bedah Umum dan Kebidanan

Gedung RSUD dr Soedono Madiun. [sudarno/bhirawa]

Kota Madiun, Bhirawa
RSUD dr Soedono Madiun menetapkan kebijakan khusus untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di dalam unit operasionalnya. Yakni, dengan menghentikan sementara rujukan pasien bedah umum dan kebidanan mulai 15 sampai dengan 25 Januari 2021.

Hal ini disampaikan dalam surat nomor 445/2.357/303/2021 kepada kepala dinas kesehatan dan direktur rumah sakit se-Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, Ponorogo, Jumat (15/1). Isi surat tersebut dibenarkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Soedono Madiun, dr. Hafidin Ilham, Sp.An, Selasa (19/1). Menurutnya, kebijakan itu berlaku bagi operasi bedah maupun kebidanan yang sifatnya terencana. ”Untuk tindakan yang sifatnya emergency tetap kami lakukan seperti biasa,” katanya.

Dikatakan oleh Hafidin Ilham bahwa pelaksanaan penghentian sementara ini rencananya akan berlaku hingga 25 Januari mendatang. Artinya, penutupan sementara hanya dilakukan selama 10 hari. Langkah ini juga dilakukan untuk membenahi sarana prasarana yang ada di rumah sakit tersebut dalam rangka pencegahan penularan Covid-19.

Terkait tenaga kesehatan di RSUD Dr Soedono yang terpapar Covid-19, Hafidin mengungkapkan ada tujuh orang yang terkonfirmasi positif. Meski begitu, seluruhnya sudah diisolasi dan dilakukan tracing terhadap kontak erat. ”Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kebanyakan yang terpapar justru bukan mereka yang merawat pasien Covid-19. Dari tracing sekitar 30 kontak erat, semuanya dinyatakan negatif,” katanya.[dar]

Tags: