Antisipasi TTL Naik, Maspion Bangun PLTU

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Surabaya, Bhirawa
Rencana pemerintah untuk menaikkan harga tarif tenaga listrik (TTL) mendapat perhatian serius dari Maspion Grup, perusahaan yang berada di Jatim itu berencana membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Kawasan Industri Maspion Unit V di Gresik, Jatim.
“Sesuai rencana, ‘ground breaking’ untuk pembangunan PLTU yang membutuhkan luasan lahan sekitar 30 hektare itu akan kami laksanakan pada tahun 2015,” kata Chief Executive Officer/CEO Maspion Group Alim Markus ditemui di Surabaya, Rabu (26/5).
Menurut Alim, dengan pembangunan PLTU tersebut maka perseroan itu dapat menghasilkan energi listrik berkapasitas 5 x 300 MVA atau setara 1.500 MVA. Dari upaya itu, kian tingginya besaran tarif listrik yang semakin memberatkan pelaku industri tidak akan dialaminya. “Apalagi, selama ini biaya yang kami keluarkan untuk energi listrik menyumbang kontribusi cukup besar terhadap keseluruhan biaya operasional,” ujarnya.
Di sisi lain, jelas dia, melalui pembangunan PLTU yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2017 tersebut maka sejumlah pelaku industri juga dapat mengoptimalkan energi listrik yang dihasilkan. “Pembangkit kami ini rencananya tidak saja untuk memperkuat kebutuhan energi pabrik milik Maspion Group. Tapi, akan dipasok ke industri lain di sekitar pabrik,” katanya.
Mengenai besaran investasi PLTU itu, tambah dia, pihaknya belum bisa mempublikasi permodalan tersebut. Salah satu penyebabnya, pembangunan infrastruktur berbahan bakar batu bara itu menggaet perusahaan asing asal Tiongkok yakni GCL Power. “Pilihan kami bekerja sama dengan perusahaan Tiongkok itu karena mereka sudah memiliki pengalaman tersendiri dalam mengembangkan dan mengelola pembangkit khususnya PLTU,” katanya.
Pada kesempatan berbeda, Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), Amir Rosidin, membenarkan, bahwa pihak swasta berpeluang membangun pembangkit mereka sendiri. Hal itu justru membantu pemerintah mengingat PJB diharapkan merealisasi pembangkit berkapasitas 5.000 MW.
“Bukan PLN saja yang bisa bangun pembangkit. Kalau kalangan swasta ada kemampuan silakan merealisasi pembangkit tersebut,” katanya.
Upaya itu, lanjut dia, juga sangat mendukung kebijakan pemerintah di mana suatu daerah bisa membangun pembangkit sendiri. Contoh, Pelindo III yang mewujudkan pembangkit listriknya di Terminal Multipurpose Teluk Lamong perbatasan Surabaya dan Gresik. Selain itu, tahun 2015 Maspion Group juga mulai membangun PLTU-nya. [ma]

Tags: