Antusiasme Vaksinasi Covid-19 di Kampung Bupati Jombang Cukup Tinggi

Kepala Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Moh Nasir Fadlillah mendampingi warganya yang divaksin. Desa Tambakrejo ini merupakan kampung halaman Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, Senin siang (05/04). [arif yulianto/bhirawa].

Jombang, Bhirawa
Antusiasme peserta vaksinasi Covid-19 di Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang yang merupakan kampung halaman Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, tergolong cukup tinggi, Senin siang (05/04).

Hal ini bisa dilihat dari jumlah jatah vaksinasi di desa tersebut sebanyak 500 orang, pada siang harinya, telah datang sebanyak 250 lebih orang yang telah mengikuti vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan di kantor desa setempat.

Bahkan, saat sejumlah wartawan meliput di lokasi, sejumlah orang yang terdaftar sebagai penerima vaksinasi masih terus berdatangan siang itu. Sejumlah tenaga kesehatan tampak melakukan pemeriksaan hingga melakukan vaksinasi kepada para penerima vaksinasi.

Kepala Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Moh Nasir Fadlillah mengungkapkan, sasaran vaksinasi di desanya ini yakni untuk kalangan tokoh masyarakat, ketua RT dan RW, Lansia, dan pekerja luar kota, serta perangkat desa.

Dia menjelaskan, selama pelaksanaan kepada 250 orang lebih dari pagi hingga siang, tidak ditemui kendala yang berarti.

“Datanya, yang kami data ini kan melalui RT. Selisih empat hari, kita harus melakukan vaksinasi,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pada proses vaksinasi ini, juga tidak ditemukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Sementara, vaksin yang digunakan pada pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Desa Tambakrejo ini sendiri merupakan Vaksin AstraZeneca.

“Cuma ada warga yang trauma terhadap jarum suntik. Tapi habis divaksin, ‘maturnya’ (katanya) ‘ndak’ terasa. Dipikir belum divaksin, ternyata sudah divaksin, alhamdulilah beliaunya tidak apa-apa. Cuma awalnya saja, beliaunya kayaknya ada trauma jarum suntik,” tuturnya.

Disinggung lebih lanjut jika ke-500 orang seluruhnya datang untuk mendapatkan vaksinasi, apakah semuanya bisa terlayani pada hari tersebut, dia menjelaskan, akan bisa dilayani seluruhnya.

“Karena kami juga sudah menyiapkan snack dan air mineral. Khawatir warga datang ke balai desa belum makan. Jadi kami sudah mengantisipasi, sudah menyiapkan semuanya,” jelasnya.

Agar para penerima vaksinasi antusias datang, sambung Kades Moh Nasir Fadlillah, pihaknya sebelumnya melakukan sosialisasi untuk meyakinkan mereka bahwa, vaksin tersebut aman dan halal.

“Karena kami ada arahan itu, amannya itu dari pemerintah pusat, halalnya itu dari MUI. Jadi kami bisa meyakinkan warga kalau vaksinasi ini aman dan hala,” tandasnya.

Sebelumnya, pada vaksinasi Covid-19 merek AstraZeneca sudah dijalankan di Jombang sejak pelaksanaanya secara massal di Pendopo Kabupaten Jombang yang dipantau langsung Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo pada Senin (22/03) yang lalu. Saat itu, vaksinasi diperuntukkan bagi para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Salah satu yang mengikuti vaksinasi AstraZeneca pada waktu itu yakni, Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab.

“Alhamdulilah, saya terakhir kalinya (yang divaksin), setelah semua selesai vaksinasi,” kata Bupati Mundjidah Wahab diwawancarai pada, Kamis (25/03) yang lalu.

Bupati Mundjidah Wahab menilai, Vaksin AstraZeneca secara umum tidak ada masalah. Tidak hanya Majelis Ulama Indonesia saja, tapi lembaga Bathsul Masail Nahdlatul Ulama juga sudah menyatakan vaksin tersebut halal dan aman untuk digunakan. Bahkan, kata Bupati Jombang, Presiden Joko Widodo bersama Menteri Kesehatan setelah dari Jombang juga melakukan vaksinasi 100 kiai di kantor PWNU Jawa Timur.

“Sudah terjawab (aman). Di Jombang tidak ada masalah, kita yakinkan dari yang pertama sampai sekarang ini tidak banyak yang mempersoalkan, karena ke depan macam-macam (vaksin). Karena sebelum masuk ke Indonesia, (vaksin) sudah dilakukan penelitian, laboratorium, dan ada label serta penjelasannya secara rinci,” jelas Bupati Mundjidah Wahab saat itu.(rif)

Tags: