Arif Fathoni: Bapeko Tak Bisa Bekerja, Pembangunan Kota Surabaya Tak Merata

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya-Arif Fathoni

DPRD Surabaya, Bhirawa.
Keluhan masyarakat atas program yang digelar Pemkot Surabaya selama ini mulai banyak diterima legislatif.
Tidak meratanya perhatian Pemkot Surabaya dalam kebijakan pembangunan menjadi hal yang banyak dikeluhkan masyarakat pada legislatif.

“Jadi selama ini pembangunan di Surabaya ternyata tidak merata. Pemkot lebih berkonsentrasi atau bahkan mengutamakan pembangunan di wilayah tengah dan pusat pusat keramaian. Sementara wilayah perkampungan dan pinggiran justru tak tertangani. Ini keluhan masyarakat,” ungkap legislator Partai Golkar, Arif Fathoni, Selasa (27/19).

Dalam Jaringasmara masa reses yang dilakukan, pria yang akrab disapa Toni ini mengaku keluhan masyarakat pada intinya karena terabaikan program Pemkot.

“Agaknya Bapeko selama ini sebagai thinker Wali kota tidak mampu merencanakan pembangunan yang baik dan merata di seluruh wilayah,” ujar wakil rakyat Dapil 3 ini.

Pada kesempatan kemarin, Toni menyebut sejumlah keluhan di Dapilnya, seperti keluhan warga Kelurahan Gunung Anyar RW 02 yang meminta box culvert dan pengerukan sungai tapi tidak pernah diindahkan.

“Sehingga tiap hujan terjadi genangan air kalau tidak mau disebut banjir,” ujarnya.

Ada juga keluhan warga RT 09 Rungkut Alang alang juga mengeluh saluran sungai tidak pernah di keruk sehingga air terus meluber.

“Jadi yg diperindah box colvert hanya tengah kota, pinggiran tidak tersentuh pembangunan, inilah yg sya maksud yang indah tengah kota yang tersembunyi tidak tersentuh pembangunan pinggiran kota,” tegas pria yang pernah berprofesi sebagai pengacara ini.

Ketidakmerataan pembangunan juga dikeluhkan sejumlah ketua RT di wilayah Simolawang dan Simokerto yang hari Senin (26/10) kemarin mendatangi Fraksi PKSdi gedung dewan.

Beberapa ketua RT yang hadir menyampaikan beberapa keluhan dan masukan kepada Wakil ketua FPKS, Fatkur Rohman ST. MT., bahwa kampung-kampung mereka selama ini kurang tersentuh program-program dari pemerintah kota Surabaya.

“Paving di daerah kami masih banyak yang rusak pak, sepertinya program pemerintah kok tidak merata ya dan hampir tidak ada yang turun menjelaskan program-program pemerintah seperti apa,”papar salah satu ketua RT di kel Simolawang.

Atas keluhan ini Fatkur mengakui betapa sebenarnya masih banyak sisi Surabaya yang bisa ditingkatkan dan dikembangkan.

“Jika dibandingkan dengan kota dan kabupaten lain di Indonesia, Surabaya is the best, tapi kita sebagai warga Surabaya, kita hidup di kota ini, sehari-hari kita semua mengetahui, merasakan, sebagaimana yang bapak sampaikan, secara jujur dan sadar, berdasarkan fakta yang ada, betapa ternyata masih banyak celah dan kekurangan dari kota kita ini”, tutur Fatkur.

Yang menjadi sorotan banyak pihak, lanjut Fatkur bahwa pembangunan saat ini memang sudah banyak di lakukan di tengah kota, tapi pembangunan untuk wilayah terendah kampung seperti RT/ RW belumlah merata tersentuh.

Sebenarnya celah ini, lanjutnya bisa diatasi. Fatkur berharap Konsep Musrenbang berbasis kebutuhan RT/RW_ secara adil dan merata. (gat.dre).

Tags: