Artista Anindya Putra: Pelanggar Prokes di Kabupaten Tulungagung Menurun

Warga yang terjaring operasi yustisi sidang ditempat akibat tidak memakai masker semakin menurun di Tulungagung, Senin (2/11).

Tulungagung, Bhirawa
Masyarakat yang melakukan pelanggaran protokol (prokes) di Kabupaten Tulungagung cenderung menurun. Buktinya,dalam setiap operasi yustisi sidang ditempat yang diselenggarakan tiga pilar akhir-akhir ini jumlah pelanggarnya semakin menurun dan bahkan sempat pula ada yang nihil pelanggar.

“Sempat empat kali melakukan operasi yustisi hasilnya nihil pelanggar. Ini artinya kepatuhan masyarakat Tulungagung semakin tinggi dalam pelaksanaan prokes,” ujar Kabid Penegakan Perda dan Perbup Satpol PP Kabupaten Tulungagung, Artista Anindya Putra, di sela operasi yustisi sidang di tempat dalam rangka penerapan Pergub Jatim No. 53 Tahun 2020 dan Perbup Tulungagung No. 57 Tahun 2020 di Supriyadi Kota Tulungagung, Senin (2/11).

Dalam operasi kemarin pun, menurut Artista, hanya dapat menjaring tujuh orang pelanggar saja.Mereka semua diganjar dengan sanksi membayar denda masing-masing Rp 25 ribu. “Rata-rata dalam beberapa hari terakhir jumlah pelanggar hanya empat atau lima orang saja. Bandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya yang bisa mencapai 70 pelanggar setiap harinya dengan tiga kali giat,” paparnya.

Artista selanjutnya membeberkan sejak pemberlakukan operasi yustisi prokes kesehatan pada 18 September 2020 sampai tanggal 31 Oktober 2020, jumlah pelanggar yang berhasil disanksi sebanyak 631 orang. 584 pelanggar di antaranya disanksi membayar dendan dan selebihnya sanksi sosial. “Untuk uang pembayaran denda yang masuk kas daerah sudah Rp 12,788 juta. Dengan rincian 520 pelanggar yang membayar dan 64 pelanggar belum membayar denda,” tuturnya.

Pelanggar prokes yang belum membayar denda, menurut pria yang berpenampilan klimis ini sudah diperingatkan untuk segera melakukan pembayaran. “Sebenarnya waktu pembayaran denda itu selambatnya tujuh hari dari saat terkena sanksi,” ucapnya.

Lebih lanjut Artista menyatakan dengan semakin banyaknya kecamatan di Tulungagung yang berwarna hijau, dimungkinkan operasi yustisi prokes bakal dihentikan pula jika semua kecamatan di Tulungagung berwarna hijau. “Saat libur panjang kemarin juga sudah dilakukan operasi yustisi di tempat-tempat wisata bersama Satpol PP Provinsi Jatim. Hasilnya bagus, pengunjung dan pengelola tempat wisata sudah menerapkan prokes secara ketat,” paparnya lagi.[wed]

Tags: