Asdir Berjanji Kembangkan Kerajinan Bordir di Jatim

Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Jatim Achmad Basuki menghadiri peresmian legalitas Asdir Jatim, Kamis (22,1).

Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Jatim Achmad Basuki menghadiri peresmian legalitas Asdir Jatim, Kamis (22,1).

Surabaya, Bhirawa
Komitmen Pemerintah Provinsi Jatim terhadap pelestarian pengembangan dan promosi akan ragam produk warisan budaya bangsa semakin ditingkatkan. Dengan hadirnya Asosiasi Bordir (Asdir) Jatim, Dinas Koperasi dan UMKM Jatim mengharapkan adanya ikon baru dari kerajinan kreatif di Jatim selain batik.
Selain untuk sarana unjuk prestasi bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Kehadiran Asdir diharapkan dapat menjadi wahana pelestarian sekaligus ajang promosi produk bordir di Jatim dan di manca negara.
Trusti Dhiani selaku Ketua Asdir Jatim, kepada Bhirawa mengungkapkan, bulan Juli 2014 lalu merupakan awal mula terbentuknya Asdir Jatim. Dengan legalitas Asdir dimata hukum, Trusti berkeyakinan untuk mengembangkan potensi kerajinan bordir di Jatim, terlebih pelestarian budaya yang dapat menumbuhkan nilai ekonomi.
“Dengan legalitas Asdir dimata hukum, saya berkeyakinan nantinya kerajinan bordir akan membawa citra positif Jatim di mata nasional dan internasional,” ungkap Trusti usai legalitas Asdir, Kamis (22/1).
Sampai saat ini, Trusti mengaku anggota Asdir sudah ada 40 orang di seluruh Jatim. Sedangkan anggota terbanyak berasal dari daerah Bangil, Sidoarjo, Surabaya, dan Jember. Di tahun 2015, Asdir memfokuskan kegiatan pada upaya menggali, melestarikan, dan mengembangkan kerajinan bordir khususnya di wilayah Jatim. Kedepan, peran Pemerintah Provinsi Jatim diharapkan dapat mengadakan event tahunan tentang kerajinan yang ada di Jatim, terutama kerajinan bordir atau sulam.
Tak mau kalah dengan hari batik nasional yang diperingati setiap 2 Oktober, Asdir juga berkeinginan agar nantinya ada peringatan hari bordir nasional. “Tak hanya peringatan hari batik nasional, kedepan kami juga mengharap Pemerintah dapat melegalkan hari bordir sebagai hari nasional. Selain sebagai menjaga warisan budaya bangsa, kami juga ingin mengenalkan kerajinan bordir ke kanca internasional,” ucap Trusti.
Jenis bordir yang diperkenalkan Asdir cukup bervariasi, dari mulai bordiran kerajinan tas, sepatu, dan baju. Asdir juga memfokuskan pada proses pembuatan lenan rumah tangga. Nantinya, produksi lenan diharapkan dapat dipamerkan di event yang ada di Jatim, atau pun dipasarkan kepada khalayak luas.
Sebagai asosiasi yang bergerak pada jasa kerajinan bordir, Trusti meyakinkan setiap anggotanya akan diberikan edukasi atau pengetahuan tentang proses pembuatan bordir atau yang sering dikenal dengan kerajinan sulam.
“Semua jenis hasil karya kerajinan bordir yang dihasilkan anggota, akan kami promosikan dalam bentuk pameran. Harapan kedepan produk Jatim tidak hanya menjadi nomer satu, namun bisa menjadi satu-satunya,” imbuh Ketua Asdir Jatim pada Bhirawa.
Sementara Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Jatim Achmad Basuki, mendukung adanya Asdir di Jatim. Hal terpenting menurutnya, ialah mempunyai semangat dalam membuat produk kerajinan bordir. Planing dan gol, merupakan kesempatan bagi Asdir untuk memberdayakan anggota agar menghasilkan provit dari kerajinan yang dibuat.
“Terbentuknya Asdir diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi UKM yang ada di Jatim. Terlebih harus sering bertukar pikiran dengan Stakeholder lainnya. Syukur-syukur kedepannya Asdir mempunyai cabang di Kabupaten Kota,” harap Basuki.
Terpenting lagi buat Asdir, harus meminta ijin kepada lima bidang yang ada di Dinas Koperasi dan UMKM Jatim yang diketuai Ibu Gubernur. Tahun 2015, sambung Basuki, pihaknya ingin launching kegiatan pameran seperti Jatim Fair. Rencananya akan dilakukan di enam Provinsi yang ada di Pulau Jawa. Sementara di Disperindag, terdapat 25 Provinsi yang mengadakan pameran.
Kabid UMKM Dinas Koperasi ini berharap agar Asdir bersemangat dalam membuat produk kerajinan yang bagus. Serta mau menerima segala macam kritikan serta saran yang membangun. “Saya berharap ada satu icon produk atau jasa dari Asdir yang menjadi handmate untuk Pemerintah Jatim. Kami berjanji, apapun produk kerajinan yang dihasilkan, Insya Allah kami akan bantu pasarkan ke luar negeri,” pungkasnya. [bed]

Tags: