ASN Pemprov Jatim Dilarang Keluyuran Selama Libur Imlek

Nurkholis

Pemprov Jatim, Bhirawa
Upaya mengurangi mobilitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19 semakin masif jelang libur panjang Imlek. Masyarakat diimbau tidak keluar rumah kecuali untuk kegiatan yang mendesak. Begitu juga dengan ASN di lingkungan Pemprov Jatim yang dilarang keluyuran selama libur berlangsung.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Nurkholis menyatakan, ASN Pemprov Jatim dilarang untuk melakukan perjalanan ke luar kota mulai 11 – 14 Februari. Untuk memastikan pengetatan itu, BKD bersama Inspektorat akan berkordinasi untuk menyiapkan tim di perbatasan-perbatasan. “Kalau terpaksa harus ke luar kota, ASN wajib mengajukan izin secara tertulis,” ujar Kholis.
Mantan Kepala Biro Organisasi Jatim tersebut menambahkan, selain melakukan penjagaan di perbatasan, ASN juga diharuskan melakukan absensi menggunakan peta GPS (Global Potitioning System). “Kita melanjutkan instruksi Kementerian PAN RB agar ASN tidak bepergian ke luar kota,” pungkas dia.
Lebih lanjut Kholis menegaskan, pemberlakuan sanksi akan diberlakukan bagi ASN yang terbukti melanggar ketentuan ini. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar dapat mengurangi mobilitas masyarakat di tengah upaya pemerintah melaksanakan PPKM Mikro. Dengan demikian, angka penularan Covid-19 diharapkan dapat diminimalisir. “Sanksinya bisa berupa teguran atau sanksi disiplin,” pungkas Kholis. [tam]

Tags: