Asosiasi Pengusaha Ritel Jawa Timur Keberatan Pekerja Luar Kota Wajib Swab PCR

Swab PCR yang diwajibkan ke prkerja luar kota.

Surabaya,Bhirawa
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Timur menyatakan keberatan dengan Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya nomor 443/6744/436.8.4/2021 yang meminta industri melakukan hasil tes usap (SWAB) PCR kepada karyawan atau pegawai 3×24 jam. Aturan ini akan memberatkan pengusaha karena adanya tambahan pengeluaran untuk SWAB.

“Aturan ini justru bisa memperlambat percepatan dan pemulihan ekonomi khususnya di Surabaya,” kata Koordinator Wilayah Timur 1 Aprindo Jawa Timur, April Wahyu Widarti.

Ia memperkirakan, pekerja di sektor retail yang keluar masuk Surabaya mencapai 35 ribu orang. Dengan aturan SWAB maka biaya yang dikeluarkan akan sangat besar dan membeban karyawan atau pengusaha.

“Sedangkan kenaikan cost tidak disertai kenaikan sales atau penjualan, dampaknya pasti minus. Jika hal ini terus terjadi maka kerugian yang ditanggung perusahaan makin tinggi,” kata April, menjelaskan.

Dampak terdekat, kata April, adalah pemutusan hubungan kerja, sehingga menambah angka pengangguran di Jatim.

Ia berharap, Pemkot Surabaya berkenan mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut, dan jika tetap memegang aturan itu perlu menyediakan pengadaan pos cek SWAB gratis yang bisa dimanfaat oleh pekerja, khususnya retailer.

“Ritel lokal saat ini di wilayah Jatim beberapa sudah ada yang berhenti operasi, karena terkendala biaya operational, jadi diharapkan tidak menambah beban tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, sejauh ini peritel anggota Aprindo sangat patuh dalam pelaksanaan prokes di dalam toko. “Ini juga upaya membantu pencegahan penularan Covid-19. Jika aturan yg dibuat bisa dilaksanakan ritel pasti melaksanakan karena ini adalah tugas bersama dalam menekan angka peningkatan pemaparan virus ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Ery Cahyadi mengeluarkan SE No.443/6744/436.8.4/2021 pada tanggal (18/6/2021) tentang antisipasi penyebaran COVID-19 akibat mobilitas perjalanan pekerja atau karyawan keluar masuk Kota Surabaya.

Dalam SE tersebut, ditegaskan bahwa industri diimbau meminta hasil tes usap PCR karyawan atau pegawai 3×24 jam.(ma)

Tags: