Atap Tiga Ruangan Kelas SDN di Kabupaten Pasuruan Ambruk

Kondisi ruangan kelas 1, SDN Wangkal Wetan, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, atap bangunannya ambrol total, Kamis (18/3). [Hilmi Husain/Bhirawa]

Pasuruan, Bhirawa
Peristiwa terulang lagi untuk kedua kalinya di Kabupaten Pasuruan pada fasilitas pendidikan. Usai plafon tujuh ruangan SDN Tidu 1 ambrol, kali ini tiga atap ruangan kelas di SDN Wangkal Wetan di Kecamatan Kejayan atapnya ambruk.

Kepala Sekolah SDN Wangkal Wetan, Supikati menyampaikan tiga ruangan kelas yang dipakai untuk kelas 1, 2 dan 3 itu mengalami kerusakan parah pada bagian atap. Terparah, ruang kelas 1 dikarenakan atap bangunan runtuh total.

“Tidak ada hujan dan angin, mendadak tiga atap ruangan kelas runtuh. Parahnya lagi, ruangan kelas 1, atap bangunannya ambrol total. Kejadiannya lusa kemarin, Selasa (16/3) pukul 14.00. Saat kejadian, tidak ada guru maupun staf yang berada di sekolah,” ujar Supikati, Kamis (18/3).

Menurut Supikati, penyebab tiga atap ruangan kelas yang ambruk itu dikarenakan faktor kontruksi atap mengalami keropos dan lapuk akibat termakan usia. Akibat kejadian tersebut ia langsung melaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan.

“Terakhir bangunan sekolah ini direhab pada tahun 2009. Sebelum kejadian ini, kami sudah pernah mengajukan rehab secara prosedural ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan tahun 2020 kemarin. Tapi, kenyataannya belum ada kepastian. Di tahun 2021 mengajukan lagi dan belum juga membuahkan hasil,” kata Supikati.

Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan angkat bicara terkait sejumlah bangunan SDN diwilayah Kabupaten Pasuruan yang mengalami kerusakan.

Setidaknya ada dua gedung sekolah dasar negeri (SDN) yang rusak. Yakni, SDN Wangkal Wetan di Kecamatan Kejayan dan SDN Tidu 1 di Kecamatan Pohjentrek. Kondisinya cukup menghawatirkan.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Ruslan menyatakan pihaknya tidak ingin terjadi sesuatu terhadap anak didik di kedua sekolah tersebut. Ia berharap pihak Dispendik Kabupaten Pasuruan turun ke bawah dan tidak asal mengusulkan proyek.

“Kami ingin Dispendik turun langsung ke lapangan. Perbaikan sekolah harus dilakukan di tahun 2021. Kami tak ingin ada kejadian seperti yang menimpah di wilayah Kota Pasuruan,” ujar Ruslan.

Di SDN Wangkal Wetan itu ada tiga ruang yang rusak parah. Sedangkan di SDN Tidu 1 kondinya juga demikian, plafon ruangan banyak yang runtuh. “Saya tekankan harus ada renovasi. Kami akan turun tangan,” jelas Ruslan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Heri Mulyono menyatakan pihaknya tetap berupaya perbaikan ke dua sekolah itu dilaksanakan tahun ini. “Prioritasnya akan kami perbaiki pada tahun ini. Tentunya berdasarkan aturan dan itu akan kami jadikan pedoman,” kata Heri Mulyono. [hil]

Tags: