Atasi Banjir di Pusat Kota Batu, DPUPR Normalisasi Sungai Sisir dengan Alat Berat

Proses normalisasi Sungai Sisir dilakukan DPUPR Kota Batu dengan mengerahkan alat berat, Kamis (16/1).

Kota Batu,Bhirawa.
Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) melakukan normalisasi Sungai Sisir, Kamis (16/1). Hal ini menanggapi selalu terjadinya banjir di kawasan ini setiap kali turun hujan. DPUPR mengerahkan alat berat untuk melakukan pengerukan sampah dan mengangkat bebatuan dari badan Sungai Sisir.
Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPR Kota Batu, Munsif Fanani menyatakan bahwa banjir di Kelurahan Sisir yang merupakan wilayah pusat kota bukan dikarenakan plesterisasi. Tapi karena gorong-gorong di bahwa jembatan ke Jalan Semeru Gang 1 yang perlu dilakukan pelebaran.
“Banjir bukan karena plesterisasi tetapi dikarenaan kendala pada gorong-gorong. Karena itu gorong- gorong ini pelru dipugar untuk dibesarkan. Jika gorong- gorong sudah besar maka saat hujan lebat air tak kesulitan melewati gorong-gorong di bawah jembatan tersebut,” papar Munsif saat pengerukan Sungai Sisir, Kamis (16/1).
Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, maka DPUPR juga akan melakukan pembongkaran jembatan. Adapun pembiayaannya akan dianggarkan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2020.
Selama proses normalisasi Sungai Sisir, petugas banyak mengangkat sampah yang menghambat jalannya air. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat, baik warga setempat maupun pendatang masih rendah dan memerlukan ‘pencerahan’. Dan Munsif juga tak memungkiri jika banjir yang terjadi juga diakibatkan pesatnya pembangunan yang telah dilakukan.
“Selain itu banjir juga dikarenakan pembangunan yang pesat. Ini membuat ruang terbuka hijau semakin berkurang dan resapan air semakin berkurang juga,” tambah Munsif.
Diketahui, hujan deras terjadi di Kota Batu khususnya Kelurahan Sisir pada Rabu (15/1) sore. Hujan yang dimulai sejak pukul 16.00 WIB telah mengakibatkan banjir di sepanjang Jl.Semeru Kelurahan setempat. Hujan deras selama kurang lebih satu jam membuat air tak tertampung di Sungai Sisir dan meluap ke badan jalan. Bahkan beberapa rumah warga di kawasan tersebut ikut tergenang.
Salah satu warga terdampak, Siswoyo, 53th, yang tinggal di Jl.Semeru No 14 RT 6 RW 9, Kel. Sisir mengatakan jika selama dirinya menampati rumahnya selama puluhan tahun, tak pernah terjadi banjir di kampungnya.
“Tidak pernah sebelumnya terjadi banjir separah ini dan menyebabkan rumah saya terendam sampai 50 Cm,” ungkap Siswoyo.
Ia menceritakan memang beberapa tahun lalu pernah banjir sekali. Namun banjir atau air yang meluap dari Sungai Sisir hanya menggenangi Jalan Raya Semeru atau tidak sampai ke rumah-rumah warga.
Namun warga menyesalkan adanya banjir yang merendam sekitar delapan rumah warga di sekitar Sungai Sisir. Dan warga mengklaim jika hal itu diakibatkan adanya proyek plesterisasi di sepanjang Sungai Sisir.
“Banjir yang terjadi kemarin karena proyek plesterisasi tahun 2019 Kemarin. Ini mengakibatkan pendangkalan sungai yang awalnya memiliki kedalaman 2,5 meter menjadi sekirar 1,5-2 meter,” jelas Siswoyo.
Dengan adanya proyek plesterisasi, lanjut dia, mengakibatkan debit air saat turun hujan deras tak bisa tertampung di sungai. Akhirnya, selain air meluber ke jalan raya dan juga menggenangi rumah-rumah warga.
“Karena itu saya berharap Pemerintah Kota Batu tak hanya melakukan normalisasi saja. Tapi juga kembali melakukan pengerukan agar kedalaman sungai kembali seperti sebelumnya,” harap Siswoyo yang diamini warga yang lain.(nas)

Tags: