Atlet Bridge Berprestasi Digelontor Bonus

BRIDGEJakarta, Bhirawa
Atlet bridge Indonesia yang baru saja menjadi juara APBF Championship di Bangkok, Thailand, 21-31 Mei digelontor bonus sebagai salah satu apresiasi pada prestasi yang telah dicapai.
Pemberian bonus itu dilakukan langsung perwakilan Djarum Foundation sebagai bapak angkat cabang olahraga bridge di Jakarta, Rabu kepada delapan atlet yang telah mengharumkan nama bangsa.
Dari delapan ini terbagi dalam dua kategori. Kategori pertama peraih medali emas yaitu tim senior yang diperkuat oleh Michael Bambang Hartono, Munawar Sawiruddin, Hengky Lasut, Eddy Manopo, Denny Sacul dan Bert Toar Polii.
Untuk Denny Sacul dan Bert Toar Polli bahkan mampu mendapatkan medali lainnya yaitu medali perak dari nomor duet. Pasangan ini mendapatkan bonus masing-masing Rp10 juga dan peraih emas masing-masing Rp25 juta.
“Kami ucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Djarum Foundation kepada atlet-atlet kita yang telah mengharumkan nama bangsa dikancah internasional,” kata Ketua Umum PB GABSI Ekawahyu Kasih di sela pembagian bonus.
Menurut dia, dalam 40 tahun terakhir prestasi bridge Indonesia memang pantas dibanggakan. Sederet prestasi dunia telah bisa diraih oleh pasangan Eddy Manopo/Hengky Lasut. Predikat juara dunia itu merupakan yang pertama bagi Indonesia.
Hasil terbaik atlet Indonesia pada “50th Asian Pacific Bridge Federation (APBF) 2015 di Bangkok, Thailand juga merupakan tiket untuk maju pada kejuaraan dunia bridge di Chennai, India, 26 September – 10 Oktober.
Kapten tim Indonesia Michael Bambang Hartono mengatakan demi meraih hasil terbaik pada sebuah kejuaraan termasuk pada kejuaraan dunia di India, pihaknya bersama dengan atlet yang lain terus mempersiapkan diri melalui pelatnas.
“Persiapan terus kami lakukan. Kami tidak ingin kemampuan atlet mengalami penurunan. Makanya pelatnas baru akan berakhir 12 September nanti. Istirahat sebentar dan langsung berangkat ke India,” katanya.
Untuk personel yang berangkat, kata dia, semuanya tergantung keputusan dewan pelatih. Hanya saja jika tidak halangan maka atlet yang telah meraih hasil terbaik akan kembali berangkat ke kejuaraan dunia.
“Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kami telah menyiapkan tim pelapis. Satu tim terdiri dari enam atlet. Jika ada pelapis maka akan ada 12 atlet yang dipersiapkan,” katanya menjelaskan.
Michael Bambang Hartono menegaskan, selain untuk pelapis, pembentukan tim kedua yang dipersiapkan merupakan salah satu proses kaderisasi atlet. Apalagi bridge masuk dalam salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Asian Games 2018 di Tanah Air. [hel.ant]

Tags: