Awal Tahun, Tulungagung Masih Pembelajaran Daring

Haryo Dewanto Wicaksono

Tulungagung, Bhirawa
Kabupaten Tulungagung memastikan tak memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada siswa PAUD sampai SMP di awal tahun 2021. PTM menggunakan Daring karena Kabupaten Tulungagung masih termasuk daerah dengan risiko tinggi penularan Covid 19.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Tulungagung, Haryo Dewanto Wicaksono, Minggu (3/1), mengungkapkan sistem pembelajaran di Tulungagung saat memasuki semester genap ini masih menggunakan Daring.
“Kami tidak jadi memberlakukan PTM karena keadaannya belum memungkinkan. Kabupaten Tulungagung belum bisa melakukan PTM pada siswa sebab penularan Covid 19 masih tinggi. Meski sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memperbolehkan PTM mulai awal Januari 2021 tetapi di Tulungagung belum memungkinkan,” ujar Yoyok, sapaan akrab Haryo Dewanto.
Namun, Yoyok ini belum bisa memastikan sampai kapan sistem pembelajaran daring akan terus berlangsung. Ia hanya menyatakan PTM baru akan dimulai saat kondisi di Kabupaten Tulungagung sudah memungkinkan.
Penundaan pemberlakukan PTM di Tulungagung juga tercantum dalam Surat Edaran (SE) Bupati Tulungagung selaku Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Tulungagung, tertanggal 21 Desember 2019 lalu, terkait Kabupaten Tulungagung sebagai daerah zona merah penyebaran Covid 19. Dalam SE itu diantaranya menyebutkan pembelajaran bagi siswa PAUD/TK, SD dan SMP tetap dilakukan dengan Daring, tidak menggunakan Luring atau pun tatap muka.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi A DPRD Tulungagung, Renno Mardi Putro, meminta Dindikpora Kabupaten Tulungagung untuk tidak melakukan PTM awal tahun 2021.
“Rekomendasi Komisi A jangan dulu menggelar PTM karena sangat berisiko. Mungkin siswa SMP bisa diatur tetapi siswa SD itu sangat sulit jika ingin meminimalkan kontak antar siswa,” katanya.
Renno juga menjelaskan, saat ini tidak memungkinkan PTM dipaksakan di Tulungagung. Pembelajaran daring masih menjadi solusi pilihan yang tepat dalam pembelajaran siswa. Namun, ia meminta agar pembelajaran daring dapat dimaksimalkan sehingga dapat terakses oleh seluruh siswa.
“Evaluasi kami belum semua siswa dapat menggakses internet dengan mudah seperti terkendala lokasi. Meski ada kuota internet tetapi tidak bisa mengaksesnya,” paparnya.
Karena itu, Renno menyarankan agar Dindikpora Kabupaten Tulungagung dapat menggandeng televisi dan radio lokal dalam pembelajaran siswa. ”Kalau ini kemudian susah untuk dilakukan, Dindikpora bisa bekerja sama dengan pemerintah desa yang lokasinya susah sinyal internet,” tuturnya. [wed]

Tags: