Awas Potensi Kemacetan Menuju Lokasi Tes CPNS

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Nurcholis (baris ke dua dari depan ) saat meninjau persiapan peralatan tes CPNS di Graha Unesa Lidah Wetan, Surabaya, Kamis (7/2).Oky Abdul Soleh

(Hari Ini, 600 Peserta Jalani Try Out CAT)
Pemprov Jatim, Bhirawa
Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dilingkungan Pemrpov Jatim akan digelar mulai besok, Sabtu (8/2) di Graha Unesa Lidah Wetan, Surabaya. Hingga 19 hari ke depan, hilir mudik tiga ribu peserta per hari diprediksi akan meningkatkan volume pengguna jalan menuju lokasi tes. Karena itu, dibutuhkan manajemen waktu yang tepat bagi peserta tes agar tidak terlambat.
Keterlambatan bagi peserta tes adalah masalah serius. Sebab, Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku panitia pelaksana tidak akan mengizinkan peserta yang terlambat untuk masuk dengan alasan apapun. “Karena akses menuju ke sini (Graha Unesa) banyak pembangunan, jadi ada kemungkinan macet. Karena itu harus lebih awal dari biasanya,” tutur Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Nurcholis saat meninjau persiapan peralatan tes CPNS kemarin.
Nurcholis mengungkapkan, peserta sesuai tata tertibnya diminta datang 90 menit sebelum tes. Namun, lebih baik peserta mengambil waktu sebelum itu. Panitia sudah menyiapkan tempat untuk menunggu. Sehingga Ketika 600 peserta (1 sesi) melaksanakan tes, 600 lainnya sudah berada di bawan menunggu giliran sesi berikutnya. “Kami yakin kecil kemungkinan untuk telat.,” tutur pria yang juga Plt Kepala Biro Organisasi.
Untuk mendukung pelaksanaan tes CPNS tersebut, BKD dan BKN juga melibatkan tim dari Dinas Perhubungan, Kepolisian, Satpol PP, Dinas Kominfo dan Dinas Kesehatan. Nurcholis memastikan, lokasi pelaksanaan tes akan siap mulai pelaksanaan try out Computer Assisted Test (CAT) hari ini hingga pelaksanaan SKD dimulai besok.
“Setiap hari ada yang piket membantu pelaksanaan tes CPNS. Termasuk ada ambulan yang standby,” ungkap Nurcholis. Untuk pelaksanaan try out, lanjut Cholis, akan ada 600 peserta yang mengikuti tes. “Kita akan mencoba sistem pelaksanaanya mudah-mudahan tidak ada masalah,” ungkap dia.
Selain akses menuju lokasi, Nurcholis juga menegaskan bahwa panitia akan melakukan cek fisik terhadap setiap peserta. Selain KTP dan kartu peserta, peserta tidak diperbolehkan membawa peralatan lain. Termasuk jimat yang dibawa peserta juga tidak diperkenankan. Hal ini menyusul temuan BKN terhadap peserta tes CPNS yang membawa jimat. “Ikat pinggang juga tidak boleh di bawah masuk. Seperti orang mau naik pesawat itu. Tapi jimat untuk apa, dia tidak bisa membantu soal IT,” kelakar Nurcholis.
Terkait sugesti untuk membangun kepercayaan diri peserta, Nurcholis mengaku hal itu cukup diawal dan diakhiri dengan doa. Di sisi-sisi ruang ujian, panitia juga menempelkan imbauan-imbauan sekaligus motivasi untuk peserta. “Kita imbau agar mereka percaya kepada dirinya sendiri,” pungkas Nurcholis. [tam]

Tags: