Babinsa Koramil 0814/14 Ngoro Jombang Hadiri Donor Darah PSHT

Baksos Donor Darah PSHT Ranting Ngoro, Cabang Jombang, Minggu (23/02/2020).[arif yulianto/bhirawa].

Jombang, Bhirawa
Babinsa Desa Bayuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Serda Agus Faruli menghadiri acara donor darah warga PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) Ranting Ngoro, Cabang Jombang yang bertempat di Balai Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Minggu (23/02/2020).
Babinsa Koramil 0814/14 Ngoro hadir dan memberi sambutan pada acara tersebut. Selain sebagai wadah ‘Temu Kadang’, kegiatan tersebut juga diselingi dengan bakti sosial, donor darah.
Serda Agus menjelaskan, bhakti sosial (Baksos) yang diselenggarakan merupakan kegiatan yang sangat mulia untuk membantu persediaan darah di PMI (Palang Merah Indonesia) Jombang, sehingga jika masyarakat membutuhkan darah, tidak mengalami kesulitan.
“Pencak Silat merupakan wadah bersatunya pemuda di jaman penjajahan untuk mengusir penjajah. Maka, para penerus generasi Pencak Silat aliran Setia Hati saat ini harus mampu mengisi perjuangan dengan hal-hal yang positif,” ujar Serda Agus.
Mochammad Charissudin, Ketua Ranting PSHT Ngoro menyebutkan, Baksos ini digelar sebagai sarana komunikasi serta untuk mempererat hubungan antar anggota PSHT Ranting Ngoro.
“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini dapat menambah rasa persaudaraan sesama anggota dan menambah rasa sosial yang tinggi pada masyarakat, kegiatan donor darah ini menjadi kegiatan yang rutin dilaksanakan di Ranting Ngoro, sesuai dengan falsafah kita ‘Memayu Hayuning Bawana’,” tuturnya.
Sekadar diketahui, Indonesia memiliki beragam cabang olah raga yang secara resmi dinaungi dan dikembangkan, salah satunya yakni, Pencak Silat yang baru-baru ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.
Di dalam Pencak Silat yang ada di Indonesia juga terdiri dari banyak aliran-aliran salah satunya yakni, PSHT. Tradisi Pencak Silat memiliki seluruh elemen yang membentuk Warisan Budaya Tak Benda. Tradisi Pencak Silat terdiri dari tradisi lisan, seni pertunjukan, ritual dan festival, kerajinan tradisional, pengetahuan dan praktik sosial serta kearifan lokal.(rif)

Tags: