Badai Covid-19 Pengaruhi Perekonomian Janda Pesisir Timur Sidoarjo

Sidoarjo, Bhirawa.
Para janda dan yatim piatu di kawasan pesisir timur Sidoarjo, sangat rentan dan memprihatinkan setelah badai covid -19.
Anggota DPRD Sidoarjo, H Haris, mengungkap kegundahannya melihat kondisinya. Mereka butuh uluran dari warga yang berlebih. Dengan pemberian sembako, uang dan sebagainya.
“Siapa yang peduli kalau bukan warga yang punya kelebihan rejeki,” ujarnya.
Penyemprotan disinfektan dan hand sanitizer memang perlu mencegah penyebaran covid. Tapi yang dimakan tiap hari itu apa? Tanyanya. Uluran tangan sangat dibutuhkan untuk mereka kaum janda miskin dan yatim.
“Di kawasan pesisir desa Tambak Oso ini pada umumnya menyandang status janda setelah ditinggal mati suaminya,” ujarnya.  Daya beli lemah bahkan cenderung tidak punya uang lagi.
Haris membagikan 200 kemasan beras berisi 5 kg ditambah uang santunan. Bandeng juga diberikan walaupun tidak merata. “Bila tetangga butuh ikan bandeng ya saya beri. Pokoknya apa yang bisa diberikan untuk mereka yang membutuhkan akan diberikan,” kata anggota DPRD dua periode.
Haris dengan timnya melakukan penyemprotan disinfektan di sekeliling kampung.
Warga masyarakat di pesisir timur tepatnya di kawasan Tambak Oso Waru pun, mendapatkan upaya pencegahan berupa penyemprotan disinfektan dan pembagian hand sanitizer..
Penyemprotan disinfektan 2500 liter yang diwadahi tanki air diatas motor gerobak ini, digelar di sepanjang jalan Desa Tambak Oso Waru. Sedangkan pembagian hand sanitizer, masker.
“Kita ingin warga di pesisir timur Sidoarjo ini, juga mendapatkan rasa aman dari penyebaran virus corona.Salah satu upayanya dengan penyemprotan disinfektan ini,” ujar Haris selepas penyemprotan, Sabtu (4/4).
Khusus untuk pemberian hand sanitizer, masker dan beras 5 kg, Haris mengaku sebagai jaring sosial masyarakat, agar sedikit meringankan beban perekonomian warga.
Untuk masyarakat pesisir ia mengajak untuk menjaga diri dari penyebaran virus corona, Haris menyampaikan himbauan agar tetap menjaga kebersihan badan, dengan sering mencuci tangan.
Hindari kerumunan massa, dan menerapkan perilaku jaga jarak seperti yang diamanatkan pemerintah. “Sering juga cuci tangan dengan sabun, agar virus corona lekas mati dengan cuci tangan itu,” tutup Haris. (hds)

Tags: