Bahagia Mulai Sekolah

foto ilustrasi

Zona hijau pewabahan virus corona boleh mulai membuka kelas sekolah tatap muka dengan protokol kesehatan ketat. Setiap orang di sekolah (siswa maupun guru) wajib mengenakan masker, serta selalu menjaga jarak (physical distancing). Serta isi ruang kelas berkurang sampai separuh lebih. Sedang kawasan zona kuning, oranye, dan terutama merah, melaksanakan awal tahun ajaran baru metode pendidikan jarak jauh (PJJ).

Pemerintah bertanggungjawab menjamin akses internet setiap daerah zona merah, oranye, dan kuning. Termasuk mengirim bahan pembelajaran pada peserta didik yang tidak memiliki sarana teknologi informasi. Namun seluruh sekolah, pada seluruh jenjang pendidikan telah siap melaksanakan tahun ajaran baru, secara PJJ (online) maupun secara tatap muka. Penetapan golongan “warna” zona berdasar sigi Gugus Tugas CoViD-19 tingkat pusat, dan propinsi.

Belanja seragam sekolah menjadi pengharapan utama pedagang pakaian. Pada masa wabah pandemi CoViD-19, perdagangan konveksi sejak awal bulan Juli 2020 menjadi pekan paling sibuk ke-ekonomi-an orangtua murid. Karena meningkatnya belanja rumahtangga untuk pendidikan. Selain konveksi, juga alat ulis, dan peralatan sekolah. Termasuk tas sepatu, dan kaus kaki. Inilah periode tahun ajaran baru, saat anak-anak mulai masuk sekolah.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan pertengahan bulan (Juli) ini sebagai hari pertama sekolah. Berlaku untuk jenjang SD (Sekolah Dasar) hingga SMTA (Sekolah Menengah Tingkat Atas). Ada yang belum sepenuhnya siap, disebabkan area belum terjangkau. Berdasar data “Palapa Ring,” masih terdapat 74 daerah kabupaten dan kota belum memiliki menara BTS (Base Transceiver Station). Sehingga belum tersambung akses internet.

“Palapa Ring,” tergolong proyek padat teknologi, dan padat modal. Infrastrukturnya terdiri dari kabel serat optik, microwave, dan menara BTS (Base Transceiver Station). Proyek ini untuk menggenjot industri digital, sekaligus pemerataan akses informasi dan telekomunikasi. Banyak daerah di Indonesia masih dalam keadaan blank spot, tidak terjangkau layanan internet. Termasuk di kawasan bakal ibukota negara (tahun 2025) kabupaten Panajam Pasir Utara.

Begitu pula kawasan timur Indonesia, seantero Maluku, Papua Barat, Papua, dan NTT (Nusa Tenggara Timur), masih banyak lokasi blank spot. Namun positifnya, daerah blank spot, merupakan zona hijau. Sehingga bisa membuka proses pendidikan secara tatap muka di dalam kelas. Begitu pula daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (T3), hampir seluruhnya tergolong zona hijau.

Berdasar catatan Gugus Tugas CoViD-19, terdapat 74 kabupaten dan kota yang tidak pernah terjangkiti virus corona, terutama di propinsi Aceh, NTT, dan Papua. Begitu pula jumlah daerah yang “naik status” menjadi zona hijau (semula zona kuning) telah meningkat. Saat ini sebanyak 137 kabupaten dan kota, mencatat tidak terdapat tambahan kasus baru CoViD-19. Seluruhnya di-izinkan membuka kelas belajar tatap muka, dengan melaksanakan protokol kesehatan.

Mulai masuk sekolah,(tatap muka) menjadi wahana kebahagiaan setiap peserta didik. Tak terkecuali yang memulai masuk sekolah dengan komunitas kawan baru, dan suasana baru. Mengenakan seragam sekolah bagai penglipur kesepian selama menjalani PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Diperkirakan sebanyak 10 juta peserta didik baru memulai kelas pada jenjang pendidikan lebih tinggi pada sekolah negeri, dan swasta.

Tetapi “new normal,” membatasi kapasitas kerumunan orang di dalam kelas hanya sebanyak 18 siswa. Separuh kelaziman isi kelas tahun lalu. Sesuai amanat UUD pasal 28 C ayat (1) pemerintah propinsi, serta kabupaten dan kota, memikul beban tanggungajwab kependidikan. Terutama penambahan rombongan belajar dengan membuka kelas baru, serta membangun sekolah negeri baru.

——— 000 ———

Rate this article!
Bahagia Mulai Sekolah,5 / 5 ( 1votes )
Tags: