Bahan Baku Naik di Kabupaten, Pembuat Tempe Perkecil Ukuran

Pembuat tempe di Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan saat memproduksi tempe miliknya, Senin (4/1).

Pasuruan, Bhirawa
Sejumlah pembuat tempe dan tahu di wilayah Kabupaten Pasuruan mengeluhkan kenaikan harga bahan baku utama pembuat tahu tempe.

Pembuat tempe di Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Fadilah menyatakan kenaikan harga sudah terjadi dalam dua bulan terakhir. Sehingga membuat omzetnya menurun drastis.

“Tak mungkin kami menaikkan harga jual tempe. Apabila harga tempe naik, sangat beresiko kehilangan pelanggan,” ujar Fadilah kepada sejumlah wartawan, Senin (4/1).

Agar tetap bisa memproduksi tempe, pihaknya mengurangi produksi dan memperkecil ukuran. Konsekuensinya pada keuntungan yang merosot hingga 50 persen.

Biasanya per pekan butuh kedelai mencapai 1 ton, saat kedelai naik hanya membeli setengah ton untuk kebutuhan seminggu. Harga kedelai saat ini di pasaran Rp 9.500, naik Rp 3.000.

“Terpaksa saya kurangi produksi dan ukuran, supaya bisa tetap produksi. Normalnya sehari bisa dapat Rp 400.000 dan saat ini hanya Rp 250.000,” terang Fadilah.

Sedangkan pengrajin tahu, Khoirur Rozikin memilih menaikkan harga dari pada mengurangi ukuran. Untuk produksi ia kurangi.

“Produksi saya kurangi, bisanya satu kotak saya jual Rp 18.000 sekarang jadi Rp 20.000. Biasanya habis 1 ton kedelai, saat ini separuhnya,” jelas Khoirur Rozikin. [hil]

Tags: