Bahas Motor Listrik, FT UMM Hadirkan Direktur PT WIMA

Malang, Bhirawa
Indonesia sudah waktunya menjadi pioner Sepeda Motor Listrik (Motlis). Hal ini disampaikan Irsal Shaleh Matondang SE MM, Direktur Keuangan dan Pemasaran PT Wika Industri Manufaktur (PT WIMA) pada saat Kuliah Tamu Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (3/8) kemarin. Di acara bertema Pengembangan Produk dan Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), diikuti mahasiswa dan dosen.
Menurut Irsal–sapaan akrabnya, Indonesia memiliki potensi yang bagus sebagai prospek produsen sepeda motor listrik di dunia. Hal ini dapat dilihat dari masuknya Indonesia di peringkat tiga dunia sebagai pengguna kendaraan motor terbanyak. Setidaknya 80% rumah tangga di Indonesia mempunyai kepemilikan sepeda motor. Terlebih kedepannya akan dimulai perpindahan bahan bakar dari bensin ke listrik menggunakan teknologi baru dan terbarukan.
IrsaI menjelaskan, kini ada 229 pengguna Mobil Listrik (Moblis) dan 1.947 pengguna sepeda Motlis tahun 2020. Hal ini akan semakin bertambah tergantung dengan bagiamana kita bisa memanfaatkan peluang yang ada.
“PT WIMA kini mengembangkan Sepeda Molis bernama Gesits. Motor listrik asli Indonesia ini dirancang dengan teknologi ramah lingkungan sebagai upaya pengurangan emisi karbon. Selain itu, pengembangan Gesits ini merupakan upaya untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi penggunaan energi fosil atau minyak bumi. Gesits memiliki beberapa spesifikasi yaitu, tahan banjir dan mampu menempuh perjalanan jauh. Jika tiga baterainya penuh, Gesits dapat menempuh perjalanan sejauh 100 kilometer,” ujar dia.
Apalagi distribusi Gesits sudah tersebar di seluruh provinsi Indonesia. Sedangkan di di luar negeri tersebar di 10 negara yaitu Senega, India, Filipina dan negara lainya. Target kita pada tahun 2025 adalah produksi sebanyak 2,1 juta unit. ”Kami juga bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menambah Pom listrik di setiap daerahnya,” ungkap Irsal.
Di sisi lain, Rektor UMM, Dr Fauzan MPd, dalam sambutannya menerangkan, UMM memiliki Program Baru bernama Centre of Excellent (CoE). Di bidang teknologi terbarukan CoE ini memiliki kelas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Program ini akan membantu mahasiswa menemukan potensinya, tanpa perlu kebingungan menemukan arah hidup.
“CoE ini terdiri dari berbagai macam kelas yang bisa diikuti mahasiswa maupun masyarakat umum. Program ini akan menjadi jalan alternatif ketika mahasiswa tidak menemukan passion dalam perkuliahan. Diharapkan ketika lulus, mahasiswa bisa bekerja dan berkembang sesuai dengan hobinya,” tandasnya. [mut.fen]

Tags: