Bakesbangpol Gelar Go To School

Bakesbangpol gelar Go To School di SMPN 2 Pakuniran. [wiwit agus pribadi]

Membangun Karakter Kebangsaan Siswa
Probolinggo, Bhirawa
Dalam rangka membangkitkan rasa nasionalisme, patriotisme atau cinta tanah air dan bela negara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bersinergi dengan Polres Probolinggo dan Kodim 0820 Probolinggo, menggelar kegiatan bertajuk Go To School Membangun Karakter Kebangsaan Siswa SMP/MTs Kabupaten Probolinggo.
Go to School diawali dari Aula SMP Negeri 2 Pakuniran. Dengan mengambil tema Saya Siap Menuju Langkah Baru Untuk Hidup Yang Lebih Baik, kegiatan ini diikuti 200 orang pelajar dari lembaga SMP/MTs negeri/swasta yang ada di wilayah Kecamatan Pakuniran. Pembukaan kegiatan Go To School dihadiri Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo, Ali Kusno, Camat Pakuniran Hari Pribadi dan jajaran Forkopimka Pakuniran, Kepala SMPN 2 Pakuniran Abdul Kiflih, serta para guru SMP/MTs negeri/swasta di Kecamatan Pakuniran.
Ribuan pelajar mendapatkan materi tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba dari Polsek Pakuniran, pencegahan paham radikalisme dan cinta tanah air dari Koramil Pakuniran, serta wawasan kebangsaaan dari Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo.
Camat Pakuniran, Hari Pribadi, Kamis (23/1), mengaku sangat bangga karena wilayah Kecamatan Pakuniran menjadi yang pertama dalam kegiatan Go To School wawasan kebangsaan yang dilaksanakan Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo. ”Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang sebesar – besarnya bagi pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh paham – paham yang tidak baik,” ujarnya.
Menurut Hari, Indonesia dibangun melalui perjuangan yang tidak kenal lelah oleh para pejuang. Mereka dengan gigihnya melawan penjajah. Maka para pelajar tak boleh melupakan sejarah. Namun harus terus mengikuti perkembangan zaman. Sehingga harus rajin belajar karena nantinya yang akan menjadi estafet perjuangan di masa yang akan datang.
Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo, Ali Kusno mengatakan, kegiatan Go To School Membangun Karakter Kebangsaaan Siswa ini nantinya akan dilaksanakan secara menyeluruh di lembaga pendidikan tingkat SMP/MTs negeri/swasta di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Targetnya masing-masing kecamatan satu lembaga SMP/MTs.
“Sasaran kegiatan ini dalam satu kecamatan adalah 200 orang pelajar dari lembaga SMP/MTs sehingga ada keterpaduan antara siswa negeri dan swasta,” katanya.
Menurut Ali Kusno, dengan adanya kegiatan ini Pemkab Probolinggo menginginkan agar siswa SMP/MTs, khususnya kelas I dan II betul – betul dalam masa usia emas tidak terpengaruh Narkoba dan memupuk rasa cinta tanah air sehingga tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang negatif. Apalagi siswa usia SMP/MTs ini masih dalam taraf labil, sehingga tidak menutup kemungkinan mudah untuk dipengaruhi paham yang merusak masa depan anak-anak.
“Saya berpesan kepada siswa agar lebih mencintai tanah air dan lebih memahami tentang jati dirinya, sehingga mereka fokus pada pelajarannya, serta tak terpengaruh dunia lain melalui kehidupan sehari – hari yang memegang gadget bisa memilih dan memilah antara negatif dan positif. Sehingga mereka memahami tujuanya sekolah,” terangnya.
Ali Kusno berpesan kepada para orang tua agar bisa mengawasi anak – anaknya. Sebab kewajiban dari orang tua memberikan dukungan kepada anak – anaknya. Sebab sekolah tak akan mungkin untuk terus mengawasi anak-anak.
“Orang tua harus membimbing anaknya untuk lebih mencintai tanah air dan lebih mencintai keluarganya, sehingga tak terprovokasi hal-hal yang negatif. Setelah keluar dari sekolah, maka tanggung jawab anak di rumah adalah orang tuanya. Harapan ke depan Pemkab Probolinggo senantiasa kondusif, aman dan bisa mewarnai Indonesia lebih baik,” tuturnya.
Kepala SMP Negeri 2 Pakuniran, Abdul Kiflih, mengaku sangat bersyukur karena mendapatkan kesempatan dikunjungi program Go To School Wawasan Kebangsaan. Terlebih kini kondisinya sangat memprihatinkan sekali. Kegiatan ini menjadi sebuah solusi agar pelajar tak terjerumus kepada hal – hal negatif.
“Kami menyambut positif kegiatan ini untuk bisa menambah wawasan terkait bahaya dari paham radikalisme, penyalahgunaan Narkoba, serta meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan. Ini tentunya kesempatan yang sangat luar biasa. Semoga anak didik kami mempunyai minat yang lebih tinggi dalam mewujudkan cita-citanya dan tidak terkontaminasi oleh paham radikalisme,” tambahnya. [wap]

Rate this article!
Tags: