Bakesbangpol Manfaatkan Hari Tenang dengan Bersosialisasi Pemilu

Kepala Bakesbangpol Jember Widi Prasetyo  lakukan sosialisasi pemilu di Pasar Tanjung Jember.

Kepala Bakesbangpol Jember Widi Prasetyo lakukan sosialisasi pemilu di Pasar Tanjung Jember.

Jember, Bhirawa
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kab. Jember terus lakukan sosialisasi untuk mendongkrak angka partisipasi masyarakat dalam Pemilu Legeslatif yang dilaksanakan 9 April mendatang. Meskipun memasuki masa tenang, lembaga ini terus melakukan sosialisasi ditempat-tempat sarana umum.
Hari Senin (7/4) pagi misalnya, Bakesbangpol didampingi lembaga terkait melakukan sosialisasi d seputar pasar tanjung Jember. Lembaga ini memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk menekan angka golput di Jember.
” Sosialisasi dilakukan untuk memberikan kesadaran terhadap masyarakat terkait  pentingnya menggunakan hak pilihnya saat pemilu 9 April mendatang. Sesuai dengan  amanat UU tentang Pemilu, bahwa pemerintah daerah wajib memfasilitasi dan membantu untuk kelancaran pemilu,” ujar Kepala Baskembangpol Jember Widi Prasetyo, Senin pagi.
Selain itu untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pemilu.
“Dengan sosialisasi ini saya berharap masyarakat paham dan tahu tentang tata cara pemilihan umum, diharapkan partisipasi masyarakat untuk memilih semakin besar dan jumlah golput semakin berkurang,” tandasnya pula.
Menurut Widi, kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan secara merata di seluruh kecamatan se-Kabupaten Jember. Bakesbangpol bersama dengan KPU dan Panwaslu memberikan peyuluhan kepada masyarakat agar pemilu di Kabupaten Jember  berjalan dengan sukses.
“Sosialisasi ini kita lakukan untuk memberikan pemahaman bahwa suara mereka sangat berarti untuk menentukan nasib bangsa dengan memilih calon legelator yang berkualitas. Artinya, pembangunan negara ini tergantung kepada masyarakat, sehingga masyarakat harus memilih wakil-wakilnya yang dapat memperjuangkan nasibnya,” katanya pula.
Dari hasil sosialisasi dibeberapa daerah yang dilaluinya, menurut Widi,  masih banyak berbagai persoalan yang tidak dipahami oleh masyarakat. Seperti halnya kapan pemilu dilaksanakan, bagaimana tata cara pencoblosan.” Ternyata setelah kita terjun,masih banyak masyarakat yang belum paham bagaimana tata cara pencoblosan. Banyak peserta yang menanyakan kepada narasumber baik dari KPU maupun Panwaslu,  tata cara Pemilu. Dengan sosialisasi tersebut secara tidak langsung memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, serta menjelaskan untung ruginya jika tidak menggunakan hak pilihnya,” terangnya pula.
Selain sosialisasi tentang tatacara pemilu, Bakesbangpol bersama penyelenggaran pemilu (KPU dan Panwaslu) juga memberikan materi peraturan penyelenggaran dan pengawasan Pemilu Dalam materi tersebut KPU akan menyediakan tempat pemilihan penyandang difabel  dan orang yang sakit.
“Kita juga sampaikan bahwa penyandang difabel  juga berhak menggunakan suaranya termasuk orang yang sakit. Saat pemungutan suara penyandang difabel  berhak mendapat pendapingan dari keluarga tapi tetap menjaga kerahasiaan dan sesuai dengan permintaan penyandang difabel tersebut. [efi/hms pemkab jember]

Tags: