Bambang Agus Setyadi: Minim Pengawasan Pembangunan di Kabupaten Trenggalek

Trenggalek,Bhirawa
Masih adanya temuan sejumlah pembangunan di Trenggalek yang belum memenuhi spesifikasi, ternyata hal itu dikarenakan masih minimnya jumplah pengawas, perlu diketahui jumlah pengawas Inspektorat ada 15 petugas yang harus mengawasi pembangunan yang ada di Kabupaten Trenggalek.
Menurut Kepala Inspektorat Bambang Agus Setyadi bahwa, dalam pengawasan tersebut bukan hanya di Inspektorat, bahkan dalam setiap titik kegiatan itupun juga sudah ada konsultan pengawas.
“Dari jumlah pembangunan dan tenaga yang ada, kalau semua dibebankan pada inspektorat maka tidak mampu, sedangkan jumlah pengawas Inspektorat sendiri ada 15 petugas yang mengawasi seluruh pembangunan yang ada di Trenggalek” ucapnya.
Lebih lanjut Bambang mempertanyakan kemampuan dari 15 tenaga pengawas tersebut harus mengawasi ribuan proyek yang ada.
“Sesuai ketentuan memang seperti itu,akan tetapi mampukah dari 15 petugas tersebut harus mengawasi semuanya,” ujarnya
Ia mengatakan itu harusnya menjadi tanggungjawab konsultan, karena sesuai dengan kontrak kerjanya, mereka harus ada dilokasi pekerjaan setiap hari untuk mengawasi setiap pelaksanaan pembanguan.
“Karena sesui dengan kontrak yang ada, Kontraktor setiap hari harus ada di tempat kerjanya untuk mengawasi pelaksanaan pembangunan tersebut.” tuturnya.
Selain itu ia menyebutkan tidak ada sangsi serius dalam setiap pelaksanaan pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi.
“Karena yang mendasari adalah kontrak antara PPK dan rekanan, terkait bagaimana isi dalam kontrak tersebut , apakah ada sangsi atau tidak. Namun kalau ternyata banguanan tersebut rusak sebelum waktunya, maka Aparat Penegak Hukum (APH) wajib menuntut untuk dijadikan kerugian negara, dengan meneliti dulu penyebabnya kesalahan dari pada konstruksinya serta kerugian negara melalui Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah ( APIP) .”Tutupnya, (wek).

Tags: