Bandara Abdulrachman Saleh Malang Dipastikan Jadi Bandara Internasional

Bandara Abdulrachaman Saleh Malang yang akan naik status sebagai Bandara Internasional

Kab Malang, Bhirawa
Bandar Udara (Bandara) Abdulrachman Saleh Malang yang berada di wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, yang direncanakan untuk ditingkatkan statusnya menjadi Bandara Internasional, sepertinya akan terealisasi. Karena Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional BromoTengger Semeru, hal itu yang menguatkan jika Bandara Abdulrachman Saleh Malang dalam waktu dekat menjadi Bandara Internasional.
Hal ini dibenarkan, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Wahyu Hidayat, Senin (6/1), kepada wartawan, jika Bandara Abdulrachman Saleh Malang akan dinaikan menjadi Bandara Internasional. Sedangkan kenaikan status bandara tersebut telah dialokasikan anggaran melalui Anggaran Perubahan Belanjan Negara (APBN) Tahun 2020, yakni sebesar Rp 200 miliar. Sedangkan anggaran sebesar itu sudah sesuai dengan Perpres Nomo 80 Tahun 2019. “Jadi anggaran sudah terperinci, sehingga sudah dipastikan Bandara Abdulracman Saleh ditingkatkan menjadi Bandara Internasional,” ungkapnya.
Menurut dia, dengan rencana peningkatan status Bandara Abdulrachman Saleh Malang, maka di tahun 2020 ini seluruh proyek yang terkait percepatan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru (BTS) akan dipercepat. Diantaranya, peningkatan status Bandara Abdulrachman Saleh Malang. Dan jika bandara tersebut meningkat menjadi Bandara Internasional, yang jelas akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, yang tidak hanya di wilayah Kabupaten Malang saja, tapi juga Kota Malang dan Kota Batu.
“Terkait tata ruang, untuk saat ini pihaknya masih mengkaji Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) didalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Sehingga Penyusunan Raperda untuk wilayah Kecamatan Pakis menjadi prioritas adanya peningkatan status Bandara Abdulrachman Saleh,” papar Wahyu.
Sehingga dengan terbuka akses Bandara Internasional, dia katakan, juga didukung dengan adanya Jalan Tol Pandaan-Malang. Karena pintu keluar Tol Pandaan-Malang salah satunya di wilayah Kecamatan Pakis, yang jaraknya tidak jauh dari Bandara Abdulrachman Saleh. Apalagi, wilayah Kecamatan Singosari juga akan segera dibangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dan memang sudah waktunya, Bandara Abdulrachman Saleh menjadi Bandara Internasional.  
Untuk merealisasi peningkatan status bandara tersebut, lanjut Wahyu, maka diperlukan adanya regulasi yang mengatur secara spesifik masalah ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) tanpa menyampingkan pembangunan infrastruktur, termasuk didalamnya dampak sosial masyarakat, yang sebelumnya didominasi oleh sektor agraris menjadi metropolis. “Oleh karena itu, diperlukan adanya regulasi yang mengatur RTH,” pungkasnya. [cyn]

Tags: