Bangun Relasi dan Komunikasi dengan Anak

Dr Nurul Hartini, S.Psi, M.Kes

Dr Nurul Hartini, S.Psi, M.Kes
Di masa pandemi saat ini, situasi nyaman dan kondusif sangat dibutuhkan anak -anak. Terlebih, kini mereka juga harus menjalani pembelajaran dari rumah. Sehingga orang tua dan lingkungan keluarga menjadi penentu dalam menciptakan suasana yang menyenangkan dan nyaman bagi anak.
Pakar Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental Universitas Airlangga (Unair), Dr Nurul Hartini SPs MKes Psikolog menuturkan, di masa pandemi saat ini banyak sekali perubahan mental yang dialami anak. Seperti perubahan suasana hati (mood), masalah tidur, perubahan nafsu makan, perilaku regresif serta sulit fokus dan berkonsentrasi. Hal ini harus menjadi perhatian orang tua dalam menyajikan variasi kegiatan atau belajar yang mampu menarik perhatian anak.
“Sebenarnya kalau kita lihat perubahan pada anak, secara naruliah mereka tidak mudah terkena stress dengan adanya perubahan, karena anak mudah untuk beradaptasi. Hanya saja seringkali lingkungan memberikan pengaruh tekanan lingkungan,” ujar Nurul, Minggu (26/7) kemarin.
Pengaruh tekanan itu diantaranya, stres orang tua dan banyaknya aturan yang membatasi anak tidak seperti biasanya. Serta cara mengedukasi orang tua yang tidak persuasif, melainkan memberikan instruksi. ”Ini memberikan dua situasi yang tidak nyaman pada anak. Dan ini akan memicu kerentanan stres pada anak,” imbuh dia.
Maka yang perlu dilakukan orang tua harus benar – benar bijaksana dalam membangun relasi dan komunikasi dengan anak. Sehingga anak akan lebih mudah memahami perubahan situasi yang sesuai dengan cara berpikir mereka. Misalnya, biasanya ingin membeli jajanan, atau setiap akhir minggu jalan – jalan ke mall.
“Situasi seperti ini orangtua pasti melarang, tidak perlu satu minggu mungkin menunggu kondusif. Tapi tidak semua orang tua bisa menyampaikan dengan bahasa anak. Lebih baik menggunakan kata ajakan untuk menciptakan situasi yang disukai anak selama dirumah,” papar Nurul.
Seperti halnya, dengan membuat variasi kegiatan selama di rumah, membaca komik yang terkait dengan Virus Corona. Artinya hal ini juga menuntut orang tua dan keluarga untuk beradaptasi terhadap situasi baru.
Persoalan lain yang tak boleh luput dari perhatian adalah menciptakan kondusifitas selama belajar dari rumah. Utamanya bagi mereka yang masih duduk dibangku PAUD, TK dan SD yang sangat membutuhkan peran orangtua.
“Variasi kegiatan dan belajar di rumah ini menjadi sesuatu yang penting bagi anak. Dan hal itu harus diperhatikan orang tua. Jika anak lelah selama belajar daring bisa diizinkan bermain. Artinya tidak terlalu memberi tekanan pada anak. Variasi kreaitifas dan aktifitas ini sangat dibutuhkan. Orangtua harus bijak memfasilitasi kebutuha anak,” pungkas dia. [ina]

Tags: