Banjir Awal Tahun 2021, Terjang Empat Kecamatan di Kabupaten Nganjuk

Banjir yang menggenangi beberapa wilayah Kecamatan Pace dan Loceret hingga pagi belum surut, sangat mengganggu aktivitas warga. (ristika/bhirawa)

Nganjuk, Bhirawa
Hujan dengan intensitas tinggi dengan jangka waktu yang cukup lama di awal 2021 ini mengakibatkan Kecamatan Pace, Kecamatan Loceret, Kecamatan Berbek dan Kecamatan Nganjuk tergenang banjir bandang. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Pace, karena ketinggian air sebagian besar wilayahnya mencapai pinggang orang dewasa.

Kondisi paling parah terjadi di Desa Beji, Joho, Bamtembat, Putukrejo, Kecubung, Bodor dan Kepanjeng Kecamatan Pace dengan ketinggian air di pemukiman warga mulai dari 30 cm hingga 60 cm. Bahkan hingga Kamis (7/1) pagi ketinggian air masih setinggi lutut, sehingga mengganggu aktivitas ekonomi warga.

Dari pantauan Bhirawa, di wilayah Kecamatan Pace luapan sungai Bodor menggenangi pemukiman warga Desa Batembat, Desa Babadan dan Desa Banaran. Air yang masuk sungai Bodor berasal dari dam Desa Macanan Kecamatan Loceret. “Hujan mulai pukul 15.00 Rabu (6/1) hingga malam menjelang pagi belum juga reda,” terang Suyanto, warga Desa Kepanjen Pace.

Luapan sungai yang melintasi Desa Joho Kecamatan Pace tersebut mengakibatkan air meluap hingga di Jalan Raya Nganjuk menuju Kediri setinggi 20 cm dan masuk ke jalan Desa Bamtembat. Sedangkan sungai Bodor Pace juga meluap sampai di Jalan Raya Nganjuk menuju Kediri setinggi 20 cm dan masuk jalan desa serta rumah warga. Selain itu luapan air sungai Bodor juga merendam jalan penghubung anatar Kecamatan Pace dengan Kecamatan Sukomoro dan Tanjunganom. “Ketinggian air yang masuk ke rumah warga mencapai 15 cm,” kata Wardi, warga Desa Joho.

Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan bahwa hujan yang sangat lebat pada Rabu hingga Kamis dinihari dari wilayah selatan dan merata seluruh wilayah Nganjuk. Sehingga mengakibatkan air sungai dengan debit yang sangat tinggi, mengakibatkan pemukiman warga tenggelam. Dampak kejadian mulai dari luapan air di jalan raya, pemukiman masyarakat tergenang.

Namun demikian, dikatakan Wabup Marhaen, belum ada laporan tentang korban jiwa akibat banjir. Namun Pemkab Nganjuk, melakukan estimasi kerugian material pada masyarakat serta fasilitas umum yang rusak karena terjangan banjir. “Saat ini tim BPBD Nganjuk masih melakukan assesment hingga sekarang untuk tindak lanjut penanganan bencana. Kami himbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dengan apa yang terjadi di sekitar kita dan selalu menjaga kesehatan,” pungkas Marhaen Djumadi.(ris)

Tags: