Bank Jatim Perketat Penyaluran KUR

Hadi Sukrianto

Hadi Sukrianto

Surabaya, Bhirawa
Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur (Bank Jatim) berkomitmen memperketat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) guna memperbaiki rasio kredit macetnya pada masa mendatang.
“Dengan komitmen itu, hingga kuartal III tahun ini kontribusi KUR terhadap total kredit senilai Rp26,09 triliun hanya menyumbang 4,32 persen,” kata Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto di Surabaya, Senin (10/11).
Angka tersebut, ungkap dia, mengalami penurunan dibandingkan realisasi penyaluran KUR pada periode sama tahun lalu yang menyumbang 6,96 persen. Secara umum, KUR mengalami masalah karena banyak masyarakat yang mengira bahwa kredit itu adalah hibah. “Untuk itu, kami hanya siap memberikan KUR kepada pengusaha yang feasible,” ujarnya.
Dengan begitu, yakin dia, rasio kredit macet (NPL) selama tahun 2014 dapat di posisi 2,9 persen. Sementara, per September 2014 tercapai sebesar 3,3 persen. Upaya merealisasinya dilakukan dengan penagihan rutin kepada debitur. “Kami optimistis target NPL itu bisa tercapai pada akhir tahun ini,” katanya.
Sementara itu, tambah dia, dari realisasi penyaluran kredit hingga September 2014 sebesar Rp26,09 triliun maka didominasi kontribusi kredit konsumer yang menyumbang 62,19 persen. Jika dibandingkan dengan kinerja periode sama tahun lalu sebesar 63,03 persen, realisasi kredit konsumer tahun ini turun. “Kemudian, pencapaian sumbang kredit komersial September 2014 terhadap total kredit justru meningkat menjadi 21,56 persen dibandingkan September tahun lalu 20,24 persen,” katanya.
Berikutnya, sebut dia, kontribusi penyaluran kredit UMKM hingga September 2014 mencapai 16,25 persen. Kondisi itu turun dibandingkan sumbangan kredit UMKM September 2013 mencapai 16,73 persen dari total kredit.
“Sementara, secara keseluruhan maka performa realisasi kredit hingga September 2014 sebesar Rp26,09 triliun mengalami pertumbuhan 21,18 persen dibandingkan pencapaian hingga September tahun lalu Rp21,5 triliun,” katanya.
Untuk merealisasi target bisnis, lanjut dia, hingga akhir tahun 2014 pihaknya terus memacu kinerja sebaik mungkin. Selain itu, melakukan sejumlah ekspansi jaringan di sektor mikro khususnya fokus pada sektor UMKM.
“Strategi kami ini terlihat dari peningkatan layanan atau sumber daya manusia di unit mikro yang telah beroperasi di tujuh titik. Seperti Surabaya, Sidoarjo, Madiun, Mojokerto, Kediri, Gresik, dan Malang,” katanya. [Cty,ant]

Rate this article!
Tags: