Bantu Tingkatkan Imunitas Tubuh, Bagikan Tiga Ton Tomat Secara Gratis

Miftahul Arifin bersama anggota Iksass mengemas tomat untuk dibagikan kepada warga terdampak Covid-19. [sawawi]

Kepedulian Iksass Sukorejo Situbondo di Era Pandemi Covid-19
Kabupaten Situbondo, Bhirawa
Ada banyak elemen yang memiliki kepedulian tinggi untuk ikut membantu warga terdampak sebaran Covid-19 di Kabupaten Situbondo. Satu diantaranya dilakukan para alumni pondok pesantren (ponpes) di Situbondo bernama Ikatan Santri dan Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (Iksass) Sukorejo. Iksass punya cara tersendiri dalam menunjukkan keberpihakannya kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Yakni dengan membagikan tomat secara gratis kepada warga.
Pagi itu, sedikitnya ada tiga ton tomat tertata di pelataran teras rumah salah satu warga di Kecamatan Kapongan Situbondo. Beberapa orang pria yang masih muda tampak memasukkan tomat tomat itu ke dalam tas kemasan. Setelah semuanya dikemas rapi, tomat-tomat itu satu persatu dinaikkan ke atas kendaraan pick up. “Ya tomat tomat ini nanti akan kami bagikan kepada warga terdampak Covid-19,” ujar Miftah-panggilan akrab Miftahul Arifin.
Kata Miftah, salah satu jenis sayuran kebanggaan masyarakat Kota Santri itu dikenal sebagai sumber vitamin C. Tomat-tomat ini, kata Miftah bukan untuk dijual akan tetapi untuk dibagi-bagikan kepada warga yang ada di sekitar Kecamatan Kapongan, Panji, Mangaran, Arjasa, dan Kecamatan Situbondo. “Kami memang punya keinginan sejak lama. Alhamdulillah saat ini sudah keturutan. Meski hanya berupa buah tomat,” jelas Miftah.
Masih kata Miftah, kegiatan kemanusiaan ini merupakan aksi sosial dari alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo asal Kecamatan Kapongan, Panji, Mangaran, Arjasa, dan Kecamatan Situbondo. Ini dilakukan, sambung Miftah, murni untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19. “Kami bersyukur kegiatan ini mendapatkan respon baik dari kalangan masyarakat Situbondo, khususnya bagian Situbondo timur,” jelasnya.
Mitahul Arifin yang tercatat sebagai salah satu pengurus Iksass Situbondo menambahkan, di tengah pandemi, masyarakat mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan sangat rentan dengan kondisi ekonomi yang lesu. Terbukti saat ini banyak warga yang tidak mendapatkan pemasukan. “Kami sadar bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini kurang mendukung. Artinya dengan adanya Covid-19 ini, ada kelesuan ekonomi ditengah masyarakat,” ujarnya.
Melihat kondisi itu, Iksass Situbondo merasa tergugah untuk melakukan sebuah kegiatan sosial dan sepakat untuk berbuat dengan membagikan buah tomat. Dengan menunjukkan kepedulain meski hanya berbentuk sebuah tomat, Miftah yakin upaya untuk membantu beban ekonomi masyarakat terdampak Covid-19 menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri. “Selain bertujuan membantu untuk memenuhi kebutuhan dapur warga, bantuan buah tomat ini juga untuk meningkatkan imunitas tubuh. Apalagi penyebaran Covid-19 saat ini semakin cepat dan jumlahnya terus bertambah,” jelas Miftah.
Ada satu lagi nilai lebih yang ada dalam buah tomat, imbuh Miftah, yakni dapat menambah ketahanan fisik warga sehingga kesehatan yang prima terus terjaga. Pria asli Desa Curah Cottok, Kecamatan Kapongan itu mengakui, tomat memiliki kekayaan kandungan Vitamin C yang cukup banyak. “Jika dikonsumsi, tomat ini sangat bagus dalam meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu tomat ini baik untuk memberikan suplai vitamin dan imunitas tubuh bagi warga,” jelas Miftah.
Senada dengan Miftah, koleganya Abdurrahman berpendapat senada. Ada banyak cara untuk membagikan kebahagiaan dengan warga di tengah pandemi Covid-19. Bisa dengan melakukan perjuangan dengan ikut menyelamatkan ekonomi masyarakat. Disisi lain menyelamatkan nyawa warga ditengah sebaran virus corona, juga bisa dirupakan dengan membantu imunitas tubuh masyarakat menjadi lebih tahan banting.
“Dengan membantu masyarakat meningkatkan imunitas dan kekebalan tubuh, setidaknya kami telah ikut berbuat sesuatu. Misalnya masyarakat tidak cepat terpapar Covid-19. Ini juga bagian dari perjuangan yang dibutuhkan masyarakat menghadapi pandemi Covid-19,” beber Abdurrahman.
Ribuan buah tomat itu dalam pandangan Abdurrahman berhasil dikumpulkan dari sumbangan iuran dari para alumni Iksass serta sebagian dari warga Situbondo yang punya kepedulian. Terutama, katanya, dari para petani yang kebetulan sedang panen buah tomat. “Pembagian buah tomat ini merupakan sebuah gerakan bersama dengan masyarakat Situbondo. Nanti kami akan kembali membuat gagasan lain,” terang Abdurrahman.
Abdurrahman menjelaskan, para alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiyah Sukorejo juga diketuk agar tidak menutup mata dengan kondisi masyarakat yang ada saat ini. Ketika mereka dibutuhkan, lanjutnya, dengan segera mereka harus memberikan kontribusi, besar maupun kecil. “Ini bagian dari amanah pengasuh ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo KHR As’ad Syamsul Arifin dan KHR Ahmad Fawaid As’ad. Kini terus diperjuangkan oleh pengasuh KHR Azaim Ibrahimy,” jelas Abdurrahman.
Abdurrahman menerangkan, koleganya sesama anggota dan pengurus Iksass memiliki kepekaan yang tinggi terhadap kondisi sosial masyarakat diera pandemi korona saat ini. Apalagi, ujarnya, dirinya bersama anggota Iksass diminta oleh para guru untuk turun langsung memberikan manfaat kepada masyarakat di wilayah masing-masing. “Ya ini (membagikan buah tomat, red) merupakan bagian dari amanah dan pesan dari para guru,” pungkas Abdurrahman. [sawawi]

Tags: