Banyak Peserta Tes CPNS Gagal di Wawasan Kebangsaan

Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Aminurokhman memberikan Sosialisasi empat Pilar Kebangsaan di Universitas Yudharta, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. [Hilmi Husain]

Pasuruan, Bhirawa
Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Aminurokhman, pekan kemarin melakukan kunjungan ke lokasi tes CPNS di sejumlah lokasi di Indonesia.
Kunjungan itu untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan tes CPNS dilaksanakan. Namun, hasil dari kunjungan itu banyak peserta yang gagal saat mengerjakan soal yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan.
Tentu saja, kegagalan itu membuat Aminurokhman sedih. Karena kondisi tersebut menjadi bukti wawasan kebangsaan anak-anak muda masih tak kuat dan belum secara substansional.
“Sedih melihat temuan banyak peserta tes CPNS di wawasan kebangsaan nilainya dibawah passing grade. Tentunya, bahwa ideologi bangsa harus disosalisasikan dan dikuatkan kembali. Sebab ini merupakan pilar Bangsa Indonesia. Jangan sampai anak-anak muda melenceng dari kaidah karena paham kebangsaannya lemah,” papar Aminurokhman usai acara sosialisasi empat Pilar Kebangsaan di Universitas Yudharta, Kabupaten Pasuruan, Minggu (16/2).
Hanya saja, ia tak merincikan berapa banyak jumlah anak muda yang gagal di tes wawasan kebangsaan. Pihaknya menginginkan perlu ada perbaikan. “Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa. Jangan sampai terlambat, harus ada upaya perbaikan secara menyeluruh dan akuntabel,” papar Aminurokhman.
Ia menjelaskan dalam hal itu yang bertanggung jawab adalah pemerintah. Sedangkan, masyarakat juga memiliki andil besar untuk bertanggung jawab secara pribadi mempelajari ideologi bangsa, termasuk wawasan kebangsaan di dalamnya.
“Saya berpesan untuk semua dan ini sifantanya wajib hukumnya menjadi corong negara dalam membumikan nilai-nilai empat pilar kebangsaan. Yakni, Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Bhinneka Tunggal Ika,” kata Aminurokhman.
Selain itu, empat pilar kebangsaan adalah pedoman hidup bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Adapun masing-masing fungsi pilar itu, yakni Pancasila adalah asas negara, UUD 1945 merupakan landasan konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara sedangkan Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan negara.
“Empat pilar kebangsaan itu memiliki spirit persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia,” tambah Aminurokhman. [hil]

Tags: