Banyak Rombongan Keluarga, Tangis Haru Menyelimuti Bandara International Juanda

01-foto penumpang air asia, Gunawan david warga Surabaya Barat bersama keluargaSurabaya, Bhirawa
Keluarga penumpang pesawat AirAsia QZ 8501 penerbangan Surabaya-Singapura terus diselimuti rasa cemas, resah, bingung memikirkan nasib keluarga yang ikut terbang dalam pesawat yang mengalami musibah. Wajah-wajah tegang, sedih dan duka mendalam terlihat di Ruang Posko Bandara International Juanda, Minggu (28/12).
Hingga pukul 16.00, suasana hiruk pikuk saling mencari dan memberikan informasi antara pihak manajemen AirAsia dan penumpang terus berjalan.  Dari manifest penerbangan yang terdapat di Bandara International Juanda,  tampak sebagian besar penumpang merupakan satu keluarga. Terlihat dari nama keluarga yang sama dalam daftar nama penumpang tersebut.
Seperti dalam daftar dari nomor 37 sampai 43, tampak 7 orang tersebut memiliki nama keluarga Gunawan. Ada David Gunawan, Jie Charly Gunawan, Jie Stephanie Gunawan, Jie Steven Gunawan, Jie Stevie Gunawan, Kayla Audrey Gunawan, dan Matthew Kenneth Gunawan. Tak hanya satu dua, tetapi banyak pula nama-nama keluarga yang sama dalam daftar nama penumpang tersebut. Ada pula 5 nama dari keluarga Wijaya yaitu Alfred Wijaya, Bob Hartanto Wijaya, Marilyn Wijaya, William Wijaya, dan Indar Prasetyo Wijaya Kwee.
Mereka yang tercatat sebagai keluarga adalah Gusti Made Bobbi Sidharta (43), Donna Indah Nurwatie (39), anak Gusti Ayu Putriyana (16), Gusti Ayumade Keisah (9). Mereka adalah warga Malang. Rata-rata penumpang tersebut hendak berlibur ke Singapura.
Suasana  haru terlihat di kediaman satu keluarga penumpang pesawat AirAsia asal Malang di Jalan Simpang Gading Kasri No 16  Kota Malang itu. Satu keluarga itu diketahui bernama  Donna Indah Nurwati, Bobby Sidharta, Gusti Ayu Made Keysa dan Sari.
Dimas Ade Nurcahyo, adik korban terlihat syok mendengar berita tersebut. Saat ini Dimas sedang berusaha melakukan kontak dengan keluarga yang ada di Surabaya untuk mengetahui kondisi pesawat di Bandara Juanda. “Sudah ada keluarga yang menanyakan di Bandara Juanda, tapi hasilnya masih belum ada” kata Dimas Ade Nurcahyo di rumahnya, Minggu (28/12).
Pihaknya akan terus berupaya, untuk mencari informasi, keberadaan saudaranya itu. Karena sejak berita hilangnya pesawat AirAsia yang ditumpangi kakaknya dan keluarganya itu, dia dan keluarga lainnya jadi resah.    “Pikiran kami bercampur aduk. Kami sangat terpukul atas kejadian ini semoga segera ada titik terang dan kakak kami dan seluruh penumpang bisa ditemukan dengan selamat,”terangnya.
Kesedihan tidak hanya dialami oleh saudara korban, tetapi kerabat korban juga tampak bersediih. Seperti yang dialami Uswatun dia  mengaku kaget saat melihat berita di televisi adanya pesawat yang jatuh.
Bahkan seketika mendengar ada empat nama dalam pesawat AirAsia yang hilang kontak Uswatun langsung mencoba menghubungi ponsel familinya itu.
Uswatun mengaku langsung mengubungi Donna, tapi tidak bisa. Akhirnya dia berinisiatif untuk mengontak keluarga dekatnya, tapi lagi-lagi tidak mendapatkan informasi yang jelas.”Saya terkejut dan langsung mencoba nelepon Mbak Donna, tapi nggak ada jawaban,” tutur Uswatun saat ditemui di rumah  korban.
Sedangkan keluarga Kapten Irianto, pilot pesawat AirAsia QZ 8501 dengan rute Surabaya-Singapura yang tinggal di Jogjakarta berharap segera mendapatkan kabar. Hendro Kusumo Broto, sepupu Kapten Irianto yang tinggal di Kampung Dukuh, Maguwoharjo Sleman mengatakan, pihak keluarga berharap ada kabar terkait pesawat yang diterbangkan saudaranya tersebut. “Semoga bisa secepatnya ada kabar, dan semuanya selamat,” katanya kepada wartawan.
Dikatakannya, mendengar hilangnya kontak pesawat orangtua Irianto, H Suwarto dan Hj Suwarto langsung berangkat ke Surabaya. “Orangtua mas Ir sudah berangkat ke Surabaya dengan mobil milik mas Ir yang ditinggal di Jogja,” katanya.
Dua anak Irianto, Angela Anggi Ranastianis dan Arya Galih Gegana, yang tengah liburan ke Jogja, juga langsung bertolak pulang ke Surabaya menggunakan pesawat setelah mendengar kabar tersebut. “Saya tadi minta tolong AirAsia di sini (Jogjakarta) untuk menerbangkan ke Surabaya,” ujar Hendro
Sementara itu, Presiden Jokowi saat musibah terjadi sedang berada di Papua. Jokowi telah memerintahkan jajarannya untuk all out mencari keberadaan pesawat nahas itu. Jokowi juga berdoa agar pesawat dan isinya selamat.
Sedangkan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan saat memberikan konferensi pers di Bandara Juanda juga tidak bisa memberikan keterangan yang pasti. Hanya saja Jonan memastikan pihaknya terus melakukan koordinasi dan pelacakan agar pesawat dengan pilot Kapten Irianto warga Perum Pondok Jati Blok BC no. 12 Sidoarjo segera mendapatkan kejelasan. “Pesawat ini belum ada kepastian, belum tentu jatuh, masih ada kemungkinan-kemungkinan yang lain,” katanya.
Menurutnya, informasi yang diperoleh kemungkinan pesawat ada di antara Tanjung Pandan dan  Pontianak, tidak jauh dari garis pantai. Sampai sekarang proses pencarian masih berlangsung. Pencarian ini melibatkan seluruh komponen mulai TNI, Polri, Basarnas, dan petugas pantai. Basarnas Singapura juga terlibat dalam pencarian ini. Rute pencarian akan dilakukan secara melingkar. Radius pencarian akan terus diperpanjang sampai pesawat ditemukan.
Ia berjanji informasi pencarian akan diinformasikan setiap satu jam. Pihaknya akan langsung menyampaikan informasi terbaru kepada keluarga penumpang. Jonan minta keluarga penumpang bersabar sampai ada informasi pasti soal pesawat AirAsia tersebut. “Jangan berasumsi, yang penting bukan informasinya, tapi usaha maksimal dulu pencarian pesawat itu,” terang Jonan.
Tak hanya Wali Kota Surabaya, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah bersama Menteri Olahraga Imam Nachrowi juga menyempatkan datang ke posko. Mereka memberikan motivasi kepada keluarga penumpang agar bersabar, sambil menunggu mendapatkan informasi yang jelas dari pihak manajemen pesawat AirAsia. “Saya hanya mendoakan agar pesawat bersama penumpangnya bisa segera ditemukan dengan kondisi aman. Ternyata kapten pilotnya adalah warga saya sendiri,” kata Saiful Ilah. [ach, mut]

Keterangan Foto : penumpang-air-asia-Gunawan-david-warga-Surabaya-Barat-bersama-keluarga.

Tags: