Bapenda Kabupaten Malang Berikan Penghargaan Enam Desa Taat Bayar Pajak

Kades Tumpukrenteng, Kec Turen, Kab Malang Helmiawan Khodidi (tengah) saat menerima penghargaan sebagai Juara I berupa piala dan piagam, karena desa setempat taat membayar pajak.(cahyono/Bhirawa)

Kab Malang, Bhirawa.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Bapenda Pendapatan Daerah (Bapenda) kabupaten setempat telah memberikan penghargaan kepada tujuh kecamatan  yang taat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak.

Hal itu dilakukan dengan tujuan agar masing-masing kecamatan berlomba-lomba untuk melaporkan kewajiban dalam membayar pajak.

Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedantara, Senin (29/11), kepada wartawan mengatakan, pihaknya memberikan penghargaan dan apresiasi kepada tujuh desa yang selama ini taat dalam membayar pajak ke kas daerah Pemkab Malang. Sedangkan apresiasi atau penghargaan tersebut kita berikan dalam bentuk piagam dan piala. “Dengan harapan desa-desa lainnya yang tersebar di 33 kecamatan bisa mengikuti ketaatan dalam membayar pajak,” ujarnya.

Menurut dia, ada enam desa yang selama ini taat dalam mebayar pajak, seperti Desa Tumpukrenteng yang pertama lunas pajaknya, selanjutnya Desa Suwaru, Desa Pujiharjo, Desa Panggungrejo, Desa Sukorejo dan Desa Jatisari. Sehingga dengan pemberian apresiasi tersebut, diharapkan dapat ditiru oleh Kepala Desa (Kades) yang lainnya. Karena kewajiban melaporkan pajak, sudah menjadi tugas bagi setiap Kades di Kabupaten Malang.

“Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sudah menjadi tugas Kades. Karena pembayaran pajak yang dilakukan juga akan kembali ke desa. Salah satu contohnya dalam bentuk pembangunan insfrastruktur jalan dengan melalui dana bagi hasil pajak,” jelas Made.

Dari catatan yang dimiliki Bapenda Kabupaten Malang, kata dia, hingga saat ini sudah ada sekitar 200 desa yang telah melaporkan pajaknya, karena sektor pajak juga menjadi salah satu andalan Kabupaten Malang untuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dimana dari target PAD Kabupaten Malang sebesar Rp 741 miliar, perolehan pajak di target mencapai Rp 312.6 miliar. Dan dalam bulan September 2021 sudah terealisasi sebesar 75,49 persen atau sebesar Rp 236 miliar. Sehingga dalam akhir tahun 2021 mendatang, dirinya optimis target pajak bisa terpenuhi.

“Untuk memenuhi terget pemasukan pajak tersebut, maka pihaknya terus mendorong Kades dan perangkat desa agar lebih meningkatkan penagihan terhadap warganya yang memiliki kewajiban dalam membayar pajak,” tegas Made.cyn.

Tags: