Baru 50 Persen SD dan SMP di Tulungagung Siap PTM

Maryoto Birowo

Tulungagung, Bhirawa
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Tulungagung memprediksi belum semua SD dan SMP setempat yang siap memggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada awal tahun depan. Diprediksi hanya 50% saja yang sudah siap untuk buka sekolah.
Menurut Kepala Dindikpora Kabupaten Tulungagung, Haryo Dewanto Wicaksono, Selasa (24/11), tidak semua sekolah SD dan SMP siap melakukan PTM pada awal tahun 2021 mendatang. ”Kalau semuanya (SD dan SMP) belum. Kemungkinan 50 persen saja yang sudah siap,” ujarnya.
Haryo menjelaskan, kini Dindikpora Kabupaten Tulungagung sedang proses melakukan telaah staf ke Bupati Tulungagung terkait pelaksanaan PTM untuk SD dan SMP pada Januari 2021. Surat Edaran (SE) Kemendikbud untuk PTM pada awal Januari 2021 sudah ada. Sedang SE Bupati Tulungagung belum.
Sebelumnya, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, meminta Dindikpora Kabupaten Tulungagung untuk membuat konsep dan kajian menjelang persiapan PTM siswa SD da SMP pada awal tahun depan. ”Kami ingin yang terbaik. Komite sekolah juga diajak berbicara,” katanya.
Dalam konsep dan kajian pembukaan SD dan SMP itu, tandas Bupati, juga harus dipastikan tentang sistem pembelajarannya. Seperti yang sudah dilakukan pada siswa tingkat SMA. ”Di SMA kan sistem pembelajarannya 50% – 50% dan itu sudah berjalan baik,” ucapnya.
Menjawab pertanyaan, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung ini belum bisa memastikan, apakah semua SD dan SMP di Kabupaten Tulungagung dapat menyelenggarakan PTM pada Januari 2020. ”Kita tunggu perkembangan. Istilahnya memantau perkembangan. Mudah-mudahan di Tulungagung tidak sampai ada perkembangan (penularan Covid-19) yang drastis,” paparnya.
Dibeberkan Bupati, kini jumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Tulungagung yang masuk zona hijau sudah mencapai 78%. Namun tidak serta merta di daerah kecamatan yang berwarna hijau itu kemudian bisa membuka SD dan SMP.
“Meski sudah berwarna hijau kan masih ada interaksi antar masyakarat. Nanti bisa-bisa menjadi klaster baru. Apalagi anak kita yang pra sekolah, TK atau SD dan SMP masih belum dewasa dan rawan (terserang) penyakit,” paparnya lagi. [wed]

Tags: