Bawaslu Kabupaten Pasuruan Serukan Tangkap Pelaku Serangan Fajar

Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Arie Yunianto menyemangati ribuan pengawas Pemilu di acara apel siaga dan patroli pengawasan Pemilu 2024 di halaman Bangkodir Bangil, Kabupaten Pasuruan, Minggu (11/2). [hilmi Husain/bhirawa]

Kab Pasuruan, Bhirawa.
Bawaslu Kabupaten Pasuruan meminta ribuan pengawas pemilu untuk menindak tegas segala pelanggaran di masa tenang Pemilu 2024. Bila terbukti melakukan pelanggaran, tangkap pelakunya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Arie Yunianto menyampaikan gelaran Pemilu Serentak sudah tinggal tiga hari lagi. Saat ini sudah masuk masa tenang.

Seluruh petugas pengawas pemilu, harus terus meningkatkan pengawasan dan kewaspadaannya terhadap segala bentuk kecurangan yang berpotensi terjadi di masa tenang.

“Masa tenang ini menjadi masa yang krusial. Jangan ragu dalam melakukan tindakan. Jika melihat money politik, pembagian sembako, tangkap pelakunya. KPK pun sudah menyeruhkan, hajar serangan fajar,” ujar Arie Yunianto saat menyemangati ribuan pengawas Pemilu di acara apel siaga dan patroli pengawasan Pemilu 2024 di halaman Bangkodir Bangil, Kabupaten Pasuruan, Minggu (11/2/2024).

Dalam memiminalisir potensi kecurangan, Bawaslu Kabupaten Pasuruan memiliki 72 orang Panwascam, 365 pengawas di tingkat desa, serta 4.505 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS).

Ia menambahkan pengawasan yang dilakukan pengawas Pemilu akan terus dijaga dari segala bentuk ancaman, ketakutan maupun intervensi dari salah satu peserta Pemilu 2024.

Pasalnya, Kabupaten Pasuruan mempunyai sejarah Pemilu yang buruk dan dianggap gagal. Karena, ada penyelenggara pemilu yang terbukti melakukan pelanggaran penggelembungan suara.

Makanya, Arie meminta semua pengawas agar berani bertindak apabila melihat kecurangan ada di depan mata. “Kami minta untuk melaporkan, apabila ada potensi pelanggaran. Semua bekerja tanpa ada ancaman, ketakutan, intervensi dari siapapun. Sebab, dahulu Kabupaten Pasuruan punya sejarah pemilu yang buruk karena penyelenggara pemilu ikut terlibat,” jelas Arie Yunianto.

Terkait partisipasi masyarakat, Arie juga mengajak seluruh warga untuk melakukan pengawasan secara partisipatif. Bila melihat bukti pelanggaran, boleh dilaporkan melalui Panwascam atau pengawas di tingkat desa.

“Masyarakat bisa melakukan secara partisipatif. Pencegahan penting dilakukan supaya tidak terjadi pelanggaran di setiap tahapan,” imbuh Arie Yunianto. [hil.dre]

Tags: