Bayi HIV/AIDS Diasuh Yayasan Abdi Kasih

diblurdPemprov Jatim,Bhirawa
Tidak menadapatkan tanggapan positif dari Dinas Sosial dan Dinas kesehatan Jatim, RSUD dr Soetomo akhirnya menyerahkan pengasuhan bayi HIV/AIDS berusia enam bulan yang ditanganinya kepada Yayasan Abdi Kasih . Rencananya, hari ini Senin (22/12) Yayasan Abdi Kasih akan mengadopsi bayi malang tersebut.
Kepala UPIPI RSUD dr Soetomo, dr Erwin Astha Triyono, Sp PD menyatakan rencananya  Senin, bayi yang dulunya hanya memiliki berat badan 3 kg itu akan dirawat oleh Yayasan Abdi Kasih.
“Pengambil alihan bayi oleh yayasan abdi kasih ini adalah titik tengahnya, supaya bayi itu bisa terawat dengan baik,” kata Erwin.
Karena memang sejak awal Dinsos enggan merawat bayi dengan HIV/AIDS itu. Alasannya, tugas pokok dan fungsi Dinsos adalah hanya merawat anak terlantar dalam kondisi sehat. Selain itu, Dinsos juga beralasan jika ditempatnya tidak ada orang yang mau merawat bayi HIV/AIDS.
Begitupula Dinas Kesehatan. Dalihnya karena tugas pokok dan fungsi dinas kesehatan yakni lebih fokus kepada kondisi kesehatan anak.
“Secara medis seperti obat memang bisa ditanggung RS dan Dinkes, tapi untuk perawatan prinsip seperti popok, baju itu bukan tanggung jawab Dinkes,” katanya. Apalagi, bayi bukan hanya butuh pengobatan, tapi kebutuhan sehari-hari, seperti makan dan lainnya. “Butuh donatur yang bisa merawatnya,” ungkapnya.
Kendati sudah  mendapatkan donatur yang siap merawat bayi, namun bagi Erwin keputusan tersebut belum memuaskannya. Erwin kecewe dengan alasan Dinsos yang menolak bayi karena alasan tidak sehat.
“Definisi sehat itu harus dipahami lagi. Orang diabetes tapi konsumsi obat itu sehat apa sakit? Lha kalau anak HIV/IAD terus minum ARV terus dan kondisinya bagus, itu sehat apa sakit?. ” tegasnya.
Sementara Direktur RSUD dr Soetomo, dr Dodo Anondo mengatakan sebelum keputusan ambil alih oleh Yayasan Abdi Kasih, sebenarnya banyak muncul isu pembentukan shelter untuk bayi HIV/AIDS, namun kendala yang muncul adalah tidak adanya lahan. “Meski sudah diambil alih yayasan, tapi penanganan dan kontrolnya tetap dilakukan RS,” ucapnya. [dna]

Tags: