Bazar Produk Kelautan dan Perikanan, Dua Jam Langsung Habis

Kabid P2HP DKP Jatim, Nurwahidah saat melihat produk perikanan pelaku usaha asal Probolinggo.

Pemprov Jatim, Bhirawa
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim menyelenggarakan bazar produk kelautan dan perikanan dalam rangkaian pasar murah kebutuhan pokok Bulan Ramadan menyambut Idulfitri 1442 H, pada hari Jumat (7/5).
Produk perikanan yang ada di bazar tersebut banyak diminati masyarakat, juga aparatur sipil negara (ASN) yang berada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berdekatan dengan DKP Jatim. Salah satunya yang menarik yaitu, produk ikan segar yang diboyong salah satu binaan, UD. RF Hasil Laut asal Probolinggo itu.
Dengan jangka waktu dua jam sejak bazar dibuka, produk ikan segarnya terjual habis. Harga murah yang ditawarkan, dikarenakan UD RF Hasil Laut mengambil ikan dari nelayan, dan harganya juga dari nelayan.
“Syukurlah produk aneka ikan segar, seperti kakap, kerang, kerapu, ikan selar, ikan dorang, hingga ikan tenggiri laku. Total ikan segar yang kami bawa hampir satu kuintal di bazar DKP Jatim ini,” kata Pemasaran Produk Perikanan UD RF Hasil Laut, Kasiadi.
Diharapkannya, kegiatan yang diselenggarakan DKP Jatim harus terus berlanjut, karena merupakan ajang untuk menyerap produk kelautan dan perikanan yang ada di pasaran dikala pandemi seperti saat ini.
Bazar kali ini, DKP Jatim juga menyediakan lapak untuk 40 UMKM. Namun pesertanya yang hadir lebih dari 40 UMKM. Hal ini dikarenakan satu lapak bisa diisi dua sampai tiga produk dari UMKM.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala DKP Jatim, melalui Kabid P3KP (Pengolahan dan Pemasaran Produk Kelautan dan Perikanan), Nurwahidah mengatakan, kalau bazar yang diselenggarakan ini merupakan kegiatan reguler dari DKP Jatim setiap periodik. “Namun moment kali ini disesuaikan menjelang Hari Raya Idulfitri 1442 H dan menindaklanjuti surat Sekdaprov Jatim dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok,” katanya.
Pada bazar kali ini, tak hanya UMKM produk kelautan dan perikanan, DKP Jatim mengikutsertakan pelaku usaha sembako seperti Indomarco untuk meramaikannya.
Disampaikannya juga, ditengah pandemi covid 19, berdampak terhadap perekonomian. Menilik hal itu, bazar ini tetap menjadi stimulus agar produksi dari UMKM tetap produktif, dan pendapatan bisa meningkat.
“Adanya bazar inj juga menjadi salah satu upaya pemulihan ekonomi, sesuai instruksi Gubernur Jatim, kalau Jatim harus Bangkit, maka produksi dan pendapatan UMKM diharapkan juga bisa meningkat, begitupula masyarakat masih bisa berdaya berproduktif dalam mengembangkam usaha dan pengolhan produksi kelautan dan perikanan,” tuturnya.
Ia juga menambahkan, seperti bazar sebelum bulan suci ramadan selalu ramai dengan pembeli, begitupula bazar pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Bahkan omset total penjualan hampir mencapai Rp 50 jutaan dari 40 UMKM yang hadir,” ungkapnya.
Terselenggaranya bazar juga merupakan salah satu upaya mensosialisasikan gemar makan ikan. “Ditengah pandemi seperti ini, masyarakat tetap digiatkan untuk gemar mengkonsumsi makanan sehat, salah satunya ikan. Ikan ini selain bergizi juga bisa menjaga imunitas,” katanya.
Adanya upaya gemar makan ikan, sekaligus berupaya mendorong tingkat konsumsi makan ikan di Jatim. “Target Indikator Kinerja Utama DKP adalah tingkat konsumsi makan ikan di Jatim. Tahun 2020, tingkat konsumsi ikan mencapai 41,11 kg per kapita per tahun, dan terus mengejar tingkat konsumsi ikan nasional,” ujarnya. [rac]

Tags: