Belajar Cinta dari Manusia Pilihan Tuhan

KOVER KISAH CINTA MANUSIA PILIHANJudul    : Kisah Cinta Manusia Pilihan
Penulis  : Irfan Supandi
Tebal    : 160 hlm
Penerbit  : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Cetakan  : Maret 2014
ISBN    : 978-602-257-706-5
Peresensi  : Zaitur Rahem
Dosen INSTIKA Guluk-guluk Sumenep.
Alumni pasca sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya.

Pembahasan tentang cinta dengan berbagai sudut pandang tak pernah ada kata akhir. Semakin didiskusikan, pembahasan cinta semakin kaya makna dan misteri. Kekuatan cinta memang dahsyat. Sehingga wajar, karena alasan cinta semua tantangan terasa tidak pernah ada sama  sekali. Kisah cinta sejak awal diwarnai dengan romantika hidup yang melankolis. Cinta menyergap siapa saja. Kapan saja dan dimana saja. Tidak pernah mememandang warna kulit, status, jabatan sosial, dan hamba pilihan. Cinta adalah anugerah dari Tuhan. Sehingga, semua manusia berhak merasakan dan memiliki cintanya sendiri.
Buku ini mengingatkan kita akan romantika cinta manusia-manusia pilihan Tuhan. Sebuah kisah cinta yang dirajut dengan nama Tuhan. Bukan sembarang cinta. Seperti cintanya Nabi Muhammad SAW terhadap istri-istri beliau. Cinta yang terpatri pada diri Muhammad SAW adalah cinta seorang pecinta sejati. Tidak ada labirin main-main. Beliau mengajarkan konsep cinta yang sesungguhnya. Cinta berdasarkan pengertian, kasih sayang antarsatu sama lain, dan pengorbanan tulus tanpa ada embel-embel pujian. Cinta semacam ini sangat sulit dijumpai di abad konsumerisme ini. Dimana cinta sudah berkelipot noda materi dan kepongahan hidup. Cinta tergadaikan gengsi dan sensasi belaka.
Dari halaman 1 sampai halaman 40 di dalam ulasan karya ini kita bisa temukan mutiara cinta yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Beliau mendermakan rasa cintanya demi dan untuk kebahagiaan wanita yang mendampingi beliau. Sebelum diutus mendakwahkan ajaran Islam, perempuan pertama yang menjadi pujaan beliau adalah Khadijah binti Khuwailid. Bersama Khadijah, Nabi Muhammad SAW membangun dinamika cinta yang luar biasa. Rasulullah menjadi pribadi yang budiman dan idaman bagi istrinya, sedangkan Siti Khadijah mampu memberikan sentuhan rasa kasih mendukung gerakan dakwah suaminya.
Setelah Khadijah wafat, Nabi merasa kehilangan. Sosok perempuan idaman yang memberikan sentuhan rasa cinta dan kasih sayang mendahuluinya. Namun, begitulah cinta. Semakin jauh, aromanya semakin terasa. Selain kisah cinta Muhammad SAW, buku ini juga menyajikan sejumlah kisah cinta orang-orang shalih. Ada kisah Nabi Musa AS, Nabi Ibrahim as, dan cinta tiga orang pemuda yang takut kepada Tuhannya. Dikisahkan, bahwa suatu ketika ada seoarang gadis yang mendatangi salah seorang tiga orang pemuda yang saleh ini. Gadis tersebut merupakan anak perempuan dari keluarga miskin. Gadis tersebut memelas meminta bantuan uang untuk dibelikan makanan keluarganya yang sudah beberapa hari kelaparan. Manusia tak pernah luput dari nafsu. Pemuda yang didatangi gadis tersebut mengaku bersedia membantu dengan imbalan, sang gidis mau melayani hasyrat seksualnya. Karena tidak ada pilihan lain, gadis miskin itu menyanggupinya.
Di sebuah goa yang sepi, dua orang berlainan jenis kelamin tersebut hendak memulai tindakan yang melanggar hukum Tuhan. Akan tetapi, di saat hampir terjerumus kepada hal yang haram, pemuda salih tersebut mendengar bisikan agar menghentikan maksudnya; nikahilah perempuan yang kamu senangi dengan halal. Agar mendapat kasih sayang dari Tuhan. Pemuda salih tersebut melonjak kaget dan meminta maaf atas tindkan naif yang hampir menjerumuskannya kepada dosa besar.
Rasa penyesalan terus menyelimuti sang pemuda salih bersangkutan. Sampai pada suatu ketika, di saat berjalan di hutan dia bersama duaorang temannya terjebak dalam sebuah gua dan tidak bisa keluar. Dua temannya berdoa kepada Tuhan namun tidak ada jawaban. Akhirnya, pemuda yang selamat dari buaian setan itu memohon kepada Tuhan agar bisa keluar dari gua tersebut. Dia berharap setelah selamat dari himpitan batu akan menemui gadis yang pernah dia cintai. Dengan kuasa Tuhan yang Maha Kuasa, batu besar yang menutup gua terbuka dengan pelan-pelan. (hlm 68-72)
Kekuatan buku ini terletak pada cerita-cerita bertuah hamba-hamba pilihan. Mengenal dan membaca kisah cinta sudah bukan hal baru. Akan tetapi, dengan ulasan lebih metaforis dan filosofis, kisah cinta di dalam buku ini menjadi lebih nikmat untuk diselami.

                                                ———————— *** ———————–

Tags: