Belajar Online Cegah Corona

Ilham Wahyu Hidayat

Oleh :
Ilham Wahyu Hidayat
Guru SMP Negeri 11 Malang
Corona terus menyebar. Setiap hari berbagai media massa cetak sampai siber memberitakan pergerakannya. Agar virus ini tidak menyebar di lingkungan pendidikan seperti sekolah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menetapkan pembelajaran secara online (daring) dari rumah bagi guru dan siswa.
Penetapan pembelajaran online tersebut disampaikan dalam surat edaran Nomor 36962 /MPK.A / HK/2020 tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID- 19).
Dalam surat edaran tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menetapkan beberapa ketentuan.
Pertama, menjaga pegawai, mahasiswa, siswa, guru, dan dosen mengikuti protokol pencegahan Covid-19 yang disampaikan Kantor Staf Presiden.
Kedua, memastikan pengendalian, kewaspadaan, dan penanganan penyebaran Covid-19 di unit kerja telah dilaksanakan dengan baik sesuai Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 2 Tahun 2O2O dan Nomor 3 Tahun 2O2O tentang Pencegahan dan Penanganan CoronaVirus Disease (Covid-19).
Ketiga, menunda penyelenggaraan acara yang mengundang banyak peserta atau menggantinya dengan video conference atau komunikasi daring lainnya.
Keempat, khusus untuk daerah yang sudah terdampak Covid-19 berlaku ketentuan sebagai berikut: a) memberlakukan pembelajaran secara daring dari rumah bagi siswa dan mahasiswa, b) pegawai, guru, dan dosen melakukan aktivitas bekerja, mengajar atau memberi kuliah dari rumah melalui video conference, digital dokumen dan sarana daring lainnya, c) pelaksanaan bekerja dari rumah tidak mempengaruhi tingkat kehadiran tidak mengurangi kinerja, dan tidak mempengaruhi tunjangan kinerja; dan d) apabila harus datang ke tempat kerja sebaiknya tidak menggunakan kendaraan (umum) yang bersifat massal.
Kelima, pimpinan Satuan Kerja melakukan kerja sama dengan dinas kesehatan setempat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan apabila ada pegawai /mahasiswa/siswa yang mengalami gejala sesak nafas, demam, dan batuk.
Keenam, pimpinan Satuan Kerja membuat pedoman pelaksanaan BDR dan pembelajaran daring disesuaikan dengan kebutuhan setempat._
Memang, pembelajaran online yang disampaikan dalam surat edaran tersebut sesuai ketentuan umum Pendidikan Jarak Jauh. Ketentuan tersebut disampaikan dalam Pasal 31 Ayat 1, 2 dan 3 dalam UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pada Pasal 31ayat 1 UU RI di atas dinyatakan pendidikan jarak jauh dapat diselenggarakan pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Berdasarkan pasal ini, maka pembelajaran online memang dapat dilaksanakan mulai SD, SMP, SMA sampai dengan Perguruan Tinggi.
Pada Pasal 31 ayat 2 juga dinyatakan pendidikan jarak jauh berfungsi memberikan layanan pendidikan kepada kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara tatap muka atau reguler.
Berdasarkan pasal di atas, pembelajaran online sebagai alternatif bentuk pembelajaran juga relevan. Dengan pembelajaran online sudah pasti tidak ada kontak langsung secara massal antara guru dan siswa. Dengan demikian penyebaran corona dapat diminimalisir dengan dikuranginya porsi pembelajaran secara tatap muka langsung.
Sedangkan dalam Pasal 31 Ayat 3 dinyatakan pendidikan jarak jauh diselenggarakan dalam berbagai bentuk, modus, dan cakupan yang didukung oleh sarana dan layanan belajar serta sistem penilaian yang menjamin mutu lulusan sesuai dengan standar nasional pendidikan.
Untuk memberi layanan belajar sesuai ketentuan pasal di atas, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan juga patut diberi jempol. Terbukti pada bagian lampiran surat edaran ini juga diberikan alternatif layanan pembelajaran online gratis.
Layanan pembelajaran online tersebut antara lain Rumah Belajar, Kelas Pintar, Quipper School, Microsof Office 365, Sekolah Online Ruang Guru, Sekolahmu, Zenius, dan Google G Suites for Education. Selain itu semua, ditinjau dari standar proses, pembelajaran online ini juga sangat tepat. Hal ini sesuai dengan salah satu prinsip pembelajaran yang disampaikan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dalam Bab 1 Permendikbud di atas dinyatakan salah satu prinsip pembelajaran adalah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran. Berdasarkan prinsip ini sudah jelas bahwa selain dapat mencegah penyebaran corona, pembelajaran online dengan memanfaatkan berbagai layanan online secara edukatif memang sesuai.
Satu hal yang perlu dipahami, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Demikian definisi pendidikan menurut Pasal 1 UU RI Nomor 20 Tahun 2003. Berdasarkan definisi tersebut, salah satu aspek terpenting dalam pendidikan adalah perencanaan pendidikan.
Oleh karenanya sangat tepat jika dalam dalam bagian keenam surat edaran ini dinyatakan bahwa pimpinan Satuan Kerja membuat pedoman pelaksanaan belajar dari rumah.
Sekadar masukan, akan sangat baik jika dalam pedoman yang dibuat nantinya harus mencakup tentang perencanaan, pelaksanaan sampai dengan penilaian bahkan monitoring keberhasilan pembelajaran online yang dilakukan nantinya.
Harapannya, dengan perencanaan matang, pembelajaran online dari rumah bukan sekedar mencegah penyebaran corona yang memang berbahaya. Lebih dari itu juga akan menciptakan pembelajaran yang terarah dan terukur dengan tepat.
Sekali lagi, pembelajaran yang seperti ini, dapat diwujudkan jika dilakukan secara sadar dan terencana sesuai konsep pendidikan dalam Pasal 1 UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
———— *** ————

Rate this article!
Belajar Online Cegah Corona,2.75 / 5 ( 4votes )
Tags: