Belanda Bantu Identifikasi Batik Kuno Probolinggo

Batik Kuno ProbolinggoProbolinggo, Bhirawa.
Guna menangani produk ungulan daerahnya khususnya mengenai batik tulis, pemerintah kota Probolinggo tidak mau main main, untuk itulah dari Museum Kota Probolinggo menggandeng Museum Tropen Belanda untuk mengidentifikasi Batik Kota Probolinggountuk mendapatkan Motif Batik Kuno Probolinggo. Sudah dua kali kami mengunjungi Museum Tropen di Belanda. Hal ini diungkapkan Walikota Probolinggo Hj. Rukmini, Selasa 9/12.
Pemerintah kota Probolinggo melalui Kurator dan Koordinator Museum Kota Probolinggo sudah melakukan kerja sama dengan KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land-en Volkenkunde) dan Museum Tropen dalam upaya identifikasi batik kuno. Hasilnya, ada 152 motif batik yang berhasil teridentifikasi. “Kemungkinan masih banyak motif batik kuno Probolinggo yang belum teridentifikasi,” kata Hj. Rukmini.
Kajian sejarah terhadap batik sudah dilakukan selama lima tahun terakhir, mencakup kajian referensi sejarah serta observasi. “Hingga kemudian kami menemukan poin yang menarik terkait dengan batik Probolinggo,” ujarnya.
Master Batik asal Jogyakarta Yuke Setyoko Lenan mengatakan kalau motif batik kuno Probolinggo merupakan batik rakyat jaman dulu. Dia mengaku belum pernah menemukan motif seperti itu. “Saya baru tahu Juli 2014 lalu.
Karakteristik motif batik Probolinggo ini berbeda dengan motif batik lain. “Cukup sulit untuk membuat batik dengan motif kuno itu. Tapi bisa dikerjakan,” katanya. Saya optimistis batik kuno ini akan laku di pasaran meski harganya tinggi.
Lebih lanjur dikatakan, karya seni sangatlah abstrak sifatnya, menilai karya seni bukan dari apa yang tampak tapi juga dari makna yang terkandung didalam serta dibaliknya, karena semua karya seni lahir dari sebuah proses yang panjang, nilai sejarah, nilai sosiocultura, sekaligus nilai pemakannya.
Kehadiran karya seni yang berkualitas memiliki dampak ekonomi, khususnya bagi para pelakunnya. Pemerintah kota Probolinggo dalam melestarikan batik kuno menggelar acara “Launching Motif batik Kuno Probolinggo” Di Gedung Kesenian Kota Probolinggo, melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata.
Sebagai masyarakat kota Probolinggo kita wajib melestarikan motif batik kuno Probolinggo agar dapat berkembang dan dapat mengenalkan akan keberadaan batik kuno Probolinggo baik secara regional maupun internasional, ungkapnya.
Ini merupakan warisan leluhur yang adi luhung yang perlu diketahui bersama oleh masyarakat khusunya kota Probolinggo bahwa Probolinggo juga merupakan kota batik pada jaman itu.
Salah satu seni yang perlu kita lestarikan adalah batik kuno Probolinggo, yang kita ketahui bersama bahwa batik Probolinggo pada masa lalu sudah ada dan berkembang dengan baik, “baru kita ketahui keberadaanya saat kami berkunjung ke museum diketahui beberapa motif batik kuno Probolinggo pada tahun 1889 yaitu 151 motif batik Probolinggo,”tambah Walikota Hj. Rukmini.(Wap)
Walikota Probolinggo Hj. Rukmini saat Launching Motif batik Kuno Probolinggo, dimusiom kota Probolinggo kemarin.(wap)

Tags: