Belum Ada Pekerja Migran Terjangkit Virus Corona

HM Sanusi

(Pemulangan PMI Tunggu Instruksi Pusat)
Pemprov Jatim, Bhirawa
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur menyampaikan sementara ini belum ada PMI (pekerja migran Indonesia) yang pulang ke jawa Timur melalui counter Bandar Udara Juanda yang terindikasi terkena virus corona.
Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo melalui Kepala UPT P2TKI, Budi Raharjo mengatakan, tm counter PMI Bandar Juanda bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Imigrasi Jatim terus memantau perkembangan dilapangan setiap saat.
“Upayanya memperkuat Satgas kepulangan PMI bekerjasama dengan KKP dan Imigrasi Juanda, Selain itu, melakukan penyuluhan dan sosialisasi serta menunggu program penanganan virus corona dari Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Kesehatan,” katanya.
Selain itu, ia juga menyampaikan kalau sampai saat ini belum ada instruksi khusus penundaan evakuasi terhadap PMI yang bekerja di luar negeri baik dari Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Ketenagakerjaan.
Dikatakannya, sebelumnya ada PMI atas nama Minarti yang balik dari Hongkong ke Indonesia dan transit di Singapura selama 7 jam tersebut, diindikasikan corona. Namun, ternyata setelah melalui perawatan di RS Sidoarjo, hasilnya PMI itu juga tidak ada indikasi virus corona.
Saat ini kondisi PMI tersebut juga dinyatakan sudah lebih baik, tapi tetap dalam pengawasan karena masa inkubasi virus selama 2 minggu.(Sample sudah dikirim ke Jakarta dan belum keluar hasil). Dari hasil kordinasi tim Disnakertrans Provinsi Jatim ke Dirut P3MI yaitu PT.Bangun Gunung Sari telah menyatakan kalau pihaknya siap bertanggungjawab secara penuh terhadap PMI tersebut.
Berdasarkan sumber dari siskotkln BNP2TKI tujuan penempatan PMI asal Jatim untuk hongkong ada 31.855 orang, korsel 1.151 orang. Singapura 2.141 orang, Malaysia 7.538 orang, Taiwan 22.122 orang, dan Brunai Darussalam 1.168 orang.
Munculnya endemic virus corona di Wuhan, Tiongkok, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) khawatir pada warganya yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hongkong dan Taiwan. Karena berdasarkanBadan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Malang, terdapat 5.227 orang PMI warga Malang Raya.
Sebab, warga Kabupaten Malang yang kini bekerja sebagai PMI di Hongkong dan Taiwan jumlahnya lebih besar jika dibandingkan warga Kota Malang dan Kota Batu. Mengingat letak geografis Hongkong, Tiwan, dan China tidak terlau jauh, sehingga hal itu rentan akan menyebaran virus corona.
“Kami akan melakukan koordinasi dengan BNP2TKI Malang, agar mengetahui berapa pastinya warga Kabupaten Malang yang kini bekerja di Hongkong dan Taiwan. Tapi, pihaknya masih belum memiliki rencana untuk memulangkan warga Kabupaten Malang yang ada di luar negeri, terutama di Hongkong dan Taiwan, ” papar Bupati Malang HM Sanusi, Kamis (30/1), kepada Bhirawa.
Menurut dia, untuk pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri masih berada pada kewenangan Pemerintah Pusat. Karena selama Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih menganggap aman, maka Pemkab Malang tidak bisa berbuat lebih jauh. Selain itu, Pemkab Malang hingga kini belum memberikan kebijakan untuk menahan atau menunda pemberangkatan calon PMI ke luar negeri
“Pemberangkatan calon PMI ke luar negeri, hal ini tergantung Kemenkes, tapi jika nanti ada rekomendasi agar untuk menunda pemberangkatan calon PMI, maka pihaknya akan mematuhi kebijakan Pemerintah Pusat,” ujar Sanusi. Rac.cyn
Dalam kesempatan itu, dia meminta kepada calon PMI agar tetap waspada sebelum berangkat bekerja ke luar negeri. Dan pihaknya juga meminta kepada PMI asal Kabupaten Malang yang pulang bekerja dari Hongkong maupun dari Taiwan terlebih dahulu untuk memriksakan diri ke rumah sakit. Hal itu untuk menjaga kemungkinan terserang virus corona. Apalagi saat datang di Indonesia terkena influenza, segera memeriksakan diri. Dan jika dalam pemeriksaan mengarah pada gejala virus corona, tentunya akan mendapatkan penanganan khusus di rumah sakit.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo membenarkan, jika PMI asal Kabupaten Malang rata-rata bekerja di Hongkong dan Taiwan. Karena kedua negara tersebut merupakan tujuan utama para PMI asal Kabupaten Malang. Dan dengan adanya terjangkitnya virus corona di Wuhan, Tiongkok, pihaknya masih belum mendapatkan informasi terkait apakah PMI asal Kabupaten Malang ada yang terserang virus corona.
Tapi, tegas dia, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan BNP2TKI dan Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia di Hongkong dan Taiwan, serta perusahaan yang memberangkatkan PMI asal Kabupaten Malang, agar memberikan informasi terkait penularan virus corona. Karena saat ini yang menempatkan PMI ke luar negeri yaitu Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) “Dan kami berharap supaya warga Kabupaten Malang yang bekerja di luar negeri tidak terjangkit virus corona, agar mereka bekerja dalam kondisi aman,” pungkasnya. [cyn]

Tags: