Bengawan Trend Naik, Masyarakat Kabupaten Bojonegoro Diminta Waspada

Bojonegoro,Bhirawa.
Permukaan Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo diwilayah Bojonegoro terus mengalami peningkatan, seperti yang terpantau di Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, dan pada Senin (14/12) pukul 15.00 WIB ketinggian air pada papan duga Taman Bengawan Solo (TBS) Bojonegoro Kota mencapai 13.32 meter dan trendnya akan naik terus.

Terkait hal tersebut, pihkanya mengimbau kepada warga masyarakat, khususnya yang berada di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo, agar waspada terhadap potensi banjir luapan sungai terpanjang di pulau jawa tersebut.

Kepala pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bojonegoro, Nadif Ulfia mengatakan, status siaga hijau itu diprediksi akan meningkat menjadi kuning bila banjir kiriman dari hulu terus meningkat, dan ditambah pasokan bila hujan lokal kembali turun.

“Kenaikan air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, cukup cepat, disebabkan air dari hulu, juga anak sungai seperti kali Kening,” katanya.

Menurut Nadief Ulfia, menuturkan, tren debit air Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro akan terus mengalami peningkatan. Mengingat, kondisi dihulu suangi Bengawan Solo saat ini mengalami tren turun dan secara otomatis bakal mengarah ke hilir Sungai Bengawan Solo.

” Dari dini hari kondisi tinggi muka air Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro terus mengalami peningkatan, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa. Kami akan selalu memantau perkembangan,” tuturnya.

Dari kondisi ini, jika kondisi dihulu sungai bengawan solo mengalami hujan deras. Apalagi sesuai prediksi BMKG pada tiga hari kedepan wilayah Jawa Timur bakal diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

” Sesuai prakiraan cuaca dari BMKG curah hujan tinggi berpotensi menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor,” ujarnya.

Selain itu, perangkat desa juga diharapkan untuk melaporkan perkembangan situasi di bantaran sungai bengawan solo kepada masyarakat.

” Dari kita juga telah melakukan persiapan, seperti persiapan personil dan sarpras, berupa peralatan, seperti perahu, mobil oprasional, sak, terpal, pasir, pendirian posko bencana bersama Kodim, Polres dan OPD terkait di gedung serba guna,” imbuhnya.

Yang jelas, menurut Nadif Ulfia, BPBD terus melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman luapan Bengawan Solo, selain juga banjir bandang dan tanah longsor.

Terpisah, Petugas Perum Jasa Tirta (PJT) I Subdivisi ASA III/3 Bojonegoro, Ali Susanto menuturkan, kenaikan air Bengawan Solo juga masih terjadi di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, pengaruh air dari hulu dengan ketinggian mencapai 27.47 meter.

” Kenaikan air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, pengaruhnya dari Ndungus, Ngawi, selain pengaruh hujan lokal,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia memperkirakan kenaikan air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, masih akan terus terjadi, akibat memperoleh pasokan air dari sejumlah sungai di hilir.

” Kenaikan itu akan terjadi dalam satu jam naik sekitar 3 cm,” ungkapnya.

Seperti diketahui wilayah Bojonegoro, sebanyak 14 kecamatan dari 28 kecamatan yang dilalui aliran sungai terpanjang di pulau Jawa ini. [bas]

Tags: