Beraksi di Jalanan, Silverman Digaruk Satpol PP Pemkab Nganjuk

Silverman dijemput Satpol PP saat beraksi di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Nganjuk. (ristika/bhirawa)

Nganjuk, Bhirawa
Satpol PP Kabupaten Nganjuk kembali melakukan razia pengemis atau Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Dalam razia tersebut, Satpol PP berhasil mengamankan 7 orang PMKS terdiri dari pengemis dan manusia perak atau silverman di sejumlah ruas jalan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Nganjuk Drs Abdul Wakhid mengatakan, kegiatan rutin ini sebagai upaya menciptakan keamanan dan ketertiban wilayah. Dasar kegiatan operasi anjal dan gepeng adalah peraturan daerah Kabupaten Nganjuk nomer 8/2013 tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum. “Keberadaan PMKS dapat mengganggu masyarakat dan melanggar Perda nomer 8 tahun 2013. Jadi, kami rutin melakukan penjangkauan PMKS ke seluruh wilayah di Kabupaten Nganjuk,” ujar Abdul Wakhid kepada Bhirawa.

Menurut Abdul Wakhid, 7 PMKS yang berhasil diamankan tersebut sebagian ada yang dibawah umur. Selain itu banyak dari PMKS yang berkeliaran di sejumlah ruas jalan Nganjuk datang dari luar kota.

Dari hasil razia kali ini diketahui 3 PMKS masih dibawah umur, sedangkan yang berasal dari luar Nganjuk ada 4 orang atas nama Gendis asal Trowulan Mojokerto, Nurhuda asal Pacitan, Sastro asal Dolopo Madiun dan Indra asal Ngawi. Kemudian, oleh Satpol PP dilakukan pendataan kepada seluruh PMKS. Selain itu juga dibuatkan surat pernyataan agar mereka tidak mengulangi lagi.

Bagi anak di bawah umur, Satpol PP berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk untuk dilakukan pembinaan kepada keluarganya. “Kami akan menyerahkan mereka yang dibawah umur ke Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk. Nantinya mereka akan diberi pembinaan lebih lanjut. Kami bersinergi dengan organisasi perangkat daerah lain terkait pembinaan. Sebab, Satpol PP hanya melakukan penjaringan dan penjangkauan di lapangan,” pungkas Abdul Wakhid.

Sebagai informasi, manusia perak atau silverman merupakan orang-orang yang mengecat tubuhnya dengan warna perak. Mereka kerap berada di persimpangan jalan, khususnya di perempatan yang ramai lalu lintas. Mereka beraksi seperti robot serta meminta uang ke para pengguna jalan. Beberapa di antaranya terlihat masih anak-anak. Anak-anak ini turut mewarnai rambut, wajah, hingga tubuh mereka dengan warna perak.[ris]

Tags: