Kasek Kota Batu Berharap Dana BOS Segera Cair

Dana BosKota Batu,Bhirawa
Menjelang berakhirnya awal bulan di tahun ini, dana bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah pusat tak kunjung cair. Hal ini membuat Kepala Sekolah (Kask) SD, MI, SMP Negeri dan swasta di Kota Batu resah. Akibatnya, mereka dipaksa menunggu proses pencairan dana BOS untuk semester II.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Kota Batu, Kasmuri Idris menyatakan, beberapa orang kepala SD-SMP di Kota Batu mengadukan keresahannya kepadanya. Para kepala sekolah berharap Ketua PGRI Kota Batu bisa menjembatani pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kota Batu untuk membahas masalah itu.
“Baru tahun ini pencairan dana Bos terlambat. Dana BOS itu sangat dibutuhkan sekolah untuk menutupi biaya operasional di sekolah. Saat dana BOS belum cair, biasanya bendahara sekolah meminjam kepada pihak ketiga. Bisa juga meminjam uang pribadi kepala sekolah dulu,” ujarnya, Selasa (27/1).
Ketika dana BOS belum cair yang paling resah justru sekolah negeri. Karena kepala sekolahnya tidak mungkin memungut iuran sekolah dari wali murid. Sebaliknya bagi sekolah swasta masih ada kelonggaran untuk memunggut iuran sekolah. Dengan alasan untuk belanja modal sekolah sambil menunggu pencairan dana BOS dari pemerintah.
Kasmuri mencontohkan kebutuhan biaya di SDN Giripurno 1, Kecamatan Bumiaji. Untuk awal semester, biasanya dibutuhkan biaya Rp10 jutaan. Anggarannya untuk membayar tagihan rekening listrik, telepon, membayar honorarium guru dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT).
Untuk membeli alat tulis kantor (ATK) untuk foto copy dan biaya lain-lainnya yang sudah terprogram diawal sementer. “Satu tahun di SDN Giripurno 1menerima bantuan dana BOS sebesar Rp190 juta untuk 370 siswa. Sampai saat ini masing-masing kepala sekolah berusaha menutupi kebutuhan sekolahnya masing-masing,”jelasnya.
Sementara, Kadikpora Kota Batu, Mistin menyatakan, dirinya tidak mengetahui kenapa dana BOS dari pemerintah pusat hingga saat ini belum dicairkan. Tapi dia berjanji segera menyampaikan masalah yang dihadapi Kasek SD-SMP di Kota Batu kepada pemerintah pusat.
“Kalau dana BOS Daerah dari APBD Kota Batu pencairannya sebentar lagi. Menunggu surat keputusan (SK) Wali Kota Batu. Kami yakin masalah ini masih bisa diselesaikan kepala sekolah dan tidak sampai menganggu proses belajar siswa dikelas,” ujar Mistin.
Menurutnya, tahun ini bantuan dana BOS dari APBD Kota Batu untuk siswa SD dan MI naik 100%. Awalnya hanya Rp5000 per siswa per bulan. Dinaikan menjadi Rp10.000 per bulan per siswa. Dana BOS itu diberikan kepada 146 lembaga di Kota Batu. Rinciannya, SD, MI, SDLB Negeri dan Swasta sebanyak 89 lembaga.  Total satu tahun anggarannya sebesar Rp.2.346 miliar. [nas]

Tags: