Beri Perhatian Khusus, Unesa Kembangkan Olah Raga Senam Disabilitas

Kegiatan PKM Unuesa fokuskan pengembangan olah raga senam bagi disabilitas.

Agar Tertatik, Kombinasikan Aktifitas Fisik dan Permainan
Surabaya, Bhirawa
Perhatian khusus ditunjukkan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) atau disabilitas. Pada renstra lima tahunan dalam pengembangan institusi, pihaknya fokus pada tiga aspek pengembangan yang salah satunya adalah penelitian dan pengabdian di bidang disabilitas.
Karenanya, dosen Unesa beserta Tim Ahli Olah Raga disabilitas mengembangankan olah raga senam yang dikhususkan untuk ABK. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan imunitas anak berkebutuhan khusus selama masa pandemi Covid 19.
Ketua Tim Peneliti yang juga pakar dibidang pengembangan olah raga disabilitas Unesa, Dr Abdul Rahman Syam menuturkan, tepat di tahun 2020 ini, pihaknya melakukan pengabdian kepada masyarakat. Fokus utamanya yakni pengabdian dosen kepada anak berkebutuhn khusus yang memerlukan perhatian.
“Dalam kegiatan ini kami menggandeng empat tim ahli olahraga disabilitas untuk mengembangkan olah raga senam pada anak berkebutuhan khusus. Apalagi di masa pandemi ini upaya pencegahan banyak diutamakan bagi masyarakat secara umum. Tapi bagi mereka (anak berkebutuhan khusus) kurang mendapat perhatian,” ujar Abdul Rahman, Rabu (4/11) kemarin.
Dikatakan Abdul Rahman sapaan akrabnya, peningkatan imun akan sangat bermanfaat bagi mereka dalam mempertahankan tubuh dari infeksi virus. Terlebih tidak mudah dalam menerapkan perlakukan olahraga bagi anak berkebutuhan khusus.
“Tapi TIM PKM memiliki trik jitu agar mereka menyukai kegiatan PKM (pengabdian kepada masyarakt) ini,” imbuhnya.
Terbukti, kata Abdul Rahman, dalam kurun waktu dua bulan, partisipasi masyarakat semakin meningkat. Hal ini karena peneliti melakukan kombinasi aktivitas fisik dengan berbagai permainan agar mereka menjadi lebih tertarik.
“Banyak orang tua memberikan feedback positif dalam kegiatan ini, salah satu mereka mengatakan jika tingkat kemarahan anak semakin menurun dan mereka semakin terkontrol,” jelas dia.
Selain dosen, terdapat mahasiswa dari Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) yang terlibat dalam kegiatan ini. Pihaknya berharap Kontribusi mahasiswa dapat menjadi agen perubahan di daerah masing-masing dalam pengembangan olahraga disabilitas bagi anak berkebutuhan khusus dimana di daerah-daerah masih sangat sedikit. [ina]

Tags: